- Oleh Infonews871
- 11, Feb 2026
KARAWANG,INFONEWS –
Peta persaingan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di Jawa Barat semakin memanas. PT Jafa Indo Corpora, pemain besar asal Subang, secara resmi mengumumkan ekspansi besar-besaran ke Kabupaten Karawang melalui agenda silaturahmi dan sosialisasi yang digelar di Rengasdengklok, Minggu (22/2/2026).
Langkah ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sinyal "perang" strategi dalam memperebutkan ceruk pasar pengiriman tenaga kerja di salah satu kantong Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) terbesar di Indonesia.
Koordinator Wilayah Karawang, Drs. H. Wahyu Taqdimullah, memasang target tinggi. Berkaca pada kesuksesan di Subang yang mampu memberangkatkan 100 orang per bulan, Wahyu optimistis Karawang mampu menembus angka 150 penempatan per bulan setelah momentum Lebaran 2026.
"Karawang ini kantong PMI. Kita punya potensi besar di wilayah Pedes, Batujaya, hingga Cilamaya. Target kita jelas, Karawang harus punya kantor cabang mandiri dan tidak lagi bergantung pada Subang," ujar Wahyu dengan nada provokatif namun terukur.
Dalam industri penempatan PMI, kecepatan seringkali berbenturan dengan ketelitian proses administrasi dan pelatihan (BLK). PT Jafa Indo Corpora mengeklaim sistem mereka akan memangkas birokrasi dengan menyelesaikan seluruh proses mulai dari paspor hingga uji kompetensi di tingkat cabang, tanpa harus "over" ke kantor pusat.
Satu hal yang mencuri perhatian dalam sosialisasi ini adalah skema insentif bagi para sponsor atau "PL" (Petugas Lapangan). PT Jafa menawarkan hadiah langsung tanpa kredit bagi mereka yang mencapai kuota tertentu:
15 CPMI: Hadiah Motor Honda Beat (Cash + BPKB).
10 CPMI: Kulkas dua pintu.
8 CPMI: TV LED 32 inch.
Kepala Cabang PT Jafa Indo Corpora Subang, Ade Carnita, menegaskan bahwa sponsor adalah kunci utama. "Perusahaan besar bukan karena gedungnya, tapi karena orang lapangan," tegasnya.
Bagi masyarakat, keberadaan sponsor memang memudahkan akses informasi. Namun, calon PMI harus tetap waspada dan memastikan bahwa setiap proses penempatan mengikuti prosedur resmi sesuai UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia untuk menghindari praktik perdagangan orang (TPPO).
PT Jafa Indo Corpora menawarkan penempatan ke berbagai negara strategis seperti Taiwan, Hong Kong, Singapura, Jepang, hingga Eropa (Prancis dan Belanda).
Terkait skema pembiayaan, Ade Carnita memberikan rincian transparan:
Malaysia: Diklaim tanpa potongan gaji (Zero Cost).
Negara Lain: Skema potongan gaji selama 5–6 bulan tergantung regulasi negara tujuan.
Fleksibilitas Dana: Pencairan dana bisa dilakukan segera setelah uji kompetensi BNSP selesai, memberikan kepastian finansial bagi CPMI sebelum terbang.
Wahyu Taqdimullah juga menyoroti pentingnya harmoni dengan media massa. Ia meminta agar setiap persoalan di lapangan dikomunikasikan terlebih dahulu sebelum dipublikasikan.
Secara kritis, hal ini menunjukkan dua sisi: di satu sisi merupakan upaya penyelesaian masalah secara kekeluargaan, namun di sisi lain, media memiliki fungsi kontrol sosial yang harus tetap independen dalam mengawasi operasional P3MI agar tetap berada di jalur hukum.
Hadirnya PT Jafa Indo Corpora dengan jaringan hampir 40 cabang di bawah bendera Dodi Suardi ini diprediksi akan mengubah konstelasi bisnis penempatan PMI di Karawang. Harapannya, kompetensi dan kesejahteraan PMI menjadi prioritas utama di atas sekadar angka statistik keberangkatan.
Eghi Alam
Belum ada komentar.