- Oleh Infonews871
- 27, Jan 2026
LSM Harimau Kerahkan Ribuan Anggota:: Kades Purwonegoro Klarifikasi Bantah Perintahkan Penghadangan Massa
BANJARNEGARA - INFONEWS TERKINI
Ketegangan di tengah terik matahari menyelimuti wilayah Desa Purwanegara kecamatan Purwanegara Banjarnegara, terjadi menjelang aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Harapan Rakyat Indonesia Maju (LSM HARIMAU) yang mengerahkan kerahkan ribuan anggotanya di lokasi Pabrik Bata Ringan (Hebel) Blescon, pada kamis (29/1/2026).
Isu pengerahan warga oleh Pemerintah Desa (Pemdes) untuk menghalau massa demonstran yang diduga memicu kekhawatiran akan terjadinya benturan fisik di lapangan.
Dugaan Pelanggaran dan Kontrol Sosial
LSM HARIMAU menegaskan aksi ini dilakukan merupakan bentuk kontrol sosial atas beberapa temuan terkait operasional korporasi tersebut. "Empat poin utama yang disoroti meliputi:
-Izin Produksi yang diduga ilegal.
-Alih Fungsi Lahan yang belum tuntas.
-Standar K3 yang dinilai di bawah
regulasi.
Dugaan Gratifikasi kepada sejumlah oknum.
”Stabilitas daerah tidak akan tercapai jika masih ada pihak yang melangkahi aturan demi keuntungan pribadi,” tegas perwakilan LSM HARIMAU dalam rilis resminya.
Klarifikasi Kades Purwonegoro: “Hanya Menjaga Kewilayahan”
Menanggapi tudingan pengerahan warga sebagai ‘tameng’ pabrik, Kepala Desa Purwonegoro, Rendra Sabita Norin, memberikan klarifikasi. Saat dikonfirmasi, ia membantah adanya instruksi penghadangan terhadap massa LSM.
Rendra menegaskan bahwa kehadiran pihak desa dan warga semata-mata untuk menjaga kondusivitas wilayah mereka sendiri. "Terkait isu warga berkumpul di halaman pabrik, ia menjelaskan bahwa warga menyampaikan aksi mereka sendiri secara terpisah.
“Kami tidak menghalau massa (LSM) Harimau, "kami hanya menjaga wilayah desa kami. "Kami berkumpul di pasar ikan untuk menyampaikan aksi sendiri, "ujar Rendra saat dikonfirmasi wartawan .
Terkait beredarnya rekaman suara instruksi perangkat desa yang viral, Kades mengaku untuk menjaga kondusifitas dan kembali menegaskan bahwa fokus Pemdes hanyalah pada aspek keamanan kewilayahan.
“Di sini setelah kewilayahan sudah kondusif, juga tidak ada arahan penghadangan,” imbuhnya.
Desakan Mediasi dari Aparat Penegak Hukum
Meski pihak Pemdes telah memberikan bantahan, "publik tetap menyoroti potensi gesekan horizontal di lapangan. Kehadiran dua kelompok massa di lokasi yang berdekatan—antara massa LSM yang memprotes pabrik dan warga desa yang menjaga wilayah—dinilai sangat rawan memicu konflik.
Pengamat sosial setempat mengingatkan agar masyarakat tidak dikorbankan dalam pusaran kepentingan ini. Kini, "bola panas berada di tangan aparat kepolisian dan pemerintah daerah untuk bertindak sebagai mediator yang tegas demi mencegah gesekan yang dapat merusak stabilitas Kamtibmas di Kabupaten Banjarnegara.
Saat berita ini di naikan pihak perwakilan LSM Harimau dan management Hebel Blesscon sedang melakukan media.
Red. TIM
Belum ada komentar.