Menjelang Ramadhan 2026: Yayasan Misbahul Huda Subang Buktikan Konsistensi Filantropi Lokal


IMG-20260315-WA0144.jpg

SUBANG,INFONEWS –

Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan, inisiatif sosial berbasis komunitas menjadi oase bagi kelompok rentan. Yayasan Misbahul Huda yang berlokasi di Dusun Baru Mulyasari, Pamanukan, kembali menegaskan perannya dalam penguatan jaring pengaman sosial melalui penyaluran santunan bagi ratusan penerima manfaat.

​Pada Minggu (15/3/2026), lapangan SDIT Mulyasari menjadi saksi bisu kehangatan silaturahmi yang melibatkan 101 anak yatim/piatu dan 30 lansia. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni musiman, melainkan manifestasi dari kepedulian kolektif masyarakat Pamanukan.

Secara kritis, fenomena santunan menjelang Ramadhan sering kali terjebak dalam aspek seremonial. Namun, Yayasan Misbahul Huda tampil beda. Berdasarkan keterangan Kepala Desa Mulyasari, Hasannudin Massawi, S.Pd, kegiatan ini merupakan kepanjangan tangan dari agenda rutin mingguan.

​"Kami sangat mengapresiasi pengurus Yayasan Misbahul Huda. Santunan ini bukan kegiatan dadakan, melainkan bentuk konsistensi yang dilakukan setiap hari Minggu," ujar Hasannudin.
​Ketajaman program ini terletak pada pola keberlanjutan.

Di saat banyak lembaga hanya muncul sekali setahun, pola santunan mingguan memberikan stabilitas psikologis dan finansial bagi para lansia dan anak yatim di wilayah Mulyasari.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur TNI, POLRI, serta tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran aparat keamanan memberikan pesan edukatif penting: Kesejahteraan sosial adalah pondasi keamanan wilayah.

Asep (Bejo), salah satu pengurus yayasan, menekankan bahwa target utama dari kegiatan ini adalah inspirasi. "Kami berharap ini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi mereka, tetapi juga menjadi pemicu bagi pihak lain untuk melakukan hal serupa," tambahnya.

​Secara edukatif, apa yang dilakukan Misbahul Huda adalah praktik Social Responsibility skala lokal. Dengan melibatkan 131 jiwa penerima manfaat, yayasan ini secara langsung berkontribusi pada target pengurangan angka kemiskinan ekstrem di tingkat desa.

Acara ditutup dengan buka puasa bersama, sebuah simbol kesetaraan sosial antara pemberi dan penerima. Momentum 15 Maret 2026 ini menjadi pengingat bahwa ibadah puasa bukan hanya soal menahan lapar, tetapi tentang bagaimana memastikan tetangga kita juga memiliki makanan di meja mereka saat berbuka.

Darno Dj

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka