​Kabar Karawang: Jalur Alternatif Cikalong–Cilamaya Mulai Diperbaiki Jelang Idul Fitri 2026


KARAWANG,INFONEWS -

IMG_20260310_175510_477.jpg

 

‎Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mulai melakukan perbaikan pada sejumlah ruas jalan yang kerap dilalui pemudik. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah ruas jalan Cikalong–Cilamaya, yang selama ini dikenal sebagai jalur alternatif mudik di wilayah pesisir Karawang.

‎‎Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, pemerintah daerah melakukan perbaikan darurat berupa tambal sulam aspal guna mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan dalam beberapa hari ke depan. Pekerjaan tersebut mulai dilaksanakan pada Selasa (10/3/2026).

‎Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pemudik, mengingat kondisi sejumlah titik di ruas tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berupa lubang dan permukaan jalan yang tidak rata.

‎‎Pengawas dari Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Agus, menjelaskan bahwa perbaikan yang dilakukan saat ini bersifat penanganan darurat (emergency). Fokus utama pekerjaan adalah menutup lubang-lubang jalan menggunakan metode CAP (Campur Aspal Panas).

‎‎Menurutnya, metode tersebut dipilih karena relatif cepat dan efektif untuk memperbaiki kerusakan jalan dalam waktu singkat, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

‎‎“Perbaikan ini sebenarnya merupakan penanganan sementara. Kita menggunakan metode CAP atau campur aspal panas untuk menutup lubang-lubang jalan terlebih dahulu,” ujar Agus saat ditemui di lokasi pekerjaan.

‎‎Ia menambahkan, penanganan sementara ini dilakukan agar kondisi jalan tetap dapat dilalui dengan aman oleh kendaraan yang diperkirakan meningkat tajam menjelang Idul Fitri.

‎‎“Ini merupakan bagian dari antisipasi jalur mudik. Yang penting lubang-lubang jalan tertutup dulu agar tidak membahayakan pengendara,” katanya.

‎Ruas Cikalong–Cilamaya diketahui menjadi salah satu jalur alternatif favorit bagi pemudik, khususnya yang melintasi wilayah pesisir utara Karawang menuju Kabupaten Subang atau sebaliknya.

‎Saat arus mudik Lebaran, jalur ini kerap digunakan untuk menghindari kepadatan di jalur utama Pantura maupun jalan nasional yang menghubungkan Karawang dengan wilayah Jawa Barat bagian timur.

‎‎Karena fungsinya yang cukup vital, kondisi jalan di jalur tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah daerah setiap menjelang musim mudik.

‎‎Menurut Agus, total panjang penanganan perbaikan sementara yang dilakukan saat ini mencapai sekitar 5.635 meter, dimulai dari wilayah Jaya Mukti hingga Cikalong.

‎‎“Rencana total penanganan sekitar 5.635 meter. Kita fokus menutup titik-titik yang rusak dulu agar kendaraan bisa melintas dengan lebih aman,” jelasnya.

‎‎Dinas PUPR menargetkan pekerjaan penambalan lubang jalan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat, bahkan sebelum puncak arus mudik terjadi.

‎‎Berdasarkan rencana kerja, penanganan sementara ini ditargetkan tuntas sebelum tanggal 12 Maret 2026, sehingga kondisi jalan sudah lebih baik saat mobilitas masyarakat mulai meningkat.

‎‎“Kita upayakan sebelum tanggal 12 semua titik yang rusak sudah tertutup,” kata Agus.

‎Dengan demikian, diharapkan para pemudik yang menggunakan jalur alternatif tersebut dapat melintas dengan lebih nyaman dan aman.

‎‎Dalam pelaksanaannya, pekerjaan perbaikan jalan ini melibatkan pihak kontraktor. Berdasarkan informasi di lapangan, proyek penanganan darurat ini dilaksanakan oleh PT Aulia Berlian Konstruksi, dengan pelaksana lapangan berinisial WU.

‎WU menjelaskan bahwa tim di lapangan bekerja secara bertahap dengan fokus pada titik-titik kerusakan yang paling membahayakan pengguna jalan.

‎‎“Pekerjaan ini memang diprioritaskan untuk menghadapi arus mudik Lebaran. Jalur ini sudah biasa digunakan sebagai jalur alternatif pemudik, jadi harus dipastikan kondisinya cukup layak dilalui,” ujarnya.

‎‎Ia menambahkan bahwa pengerjaan dilakukan secara cepat agar tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat maupun lalu lintas kendaraan.

‎‎Meski perbaikan saat ini sudah dilakukan, pemerintah daerah mengakui bahwa penanganan tersebut belum bersifat permanen. Setelah arus mudik dan arus balik Lebaran selesai, pemerintah berencana melakukan perbaikan yang lebih menyeluruh.

‎‎Perbaikan permanen diperlukan karena sebagian kerusakan jalan diduga terjadi akibat faktor usia jalan, beban kendaraan berat, serta kondisi cuaca yang dapat mempercepat kerusakan aspal.

‎‎Para pengguna jalan pun diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas, terutama pada malam hari atau saat hujan, karena masih ada kemungkinan ditemukan titik-titik jalan yang belum sepenuhnya mulus.

‎‎Upaya perbaikan jalan menjelang musim mudik memang menjadi langkah positif untuk menjamin keselamatan masyarakat. Namun, sejumlah pengamat infrastruktur menilai bahwa penanganan jalan seharusnya tidak bersifat musiman, hanya dilakukan menjelang Lebaran.

‎‎Perbaikan yang bersifat sementara memang mampu mengurangi risiko kecelakaan dalam jangka pendek. Akan tetapi, tanpa perencanaan perbaikan permanen yang berkelanjutan, kerusakan jalan berpotensi kembali terjadi dalam waktu relatif singkat.

‎Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada perbaikan darurat menjelang hari besar, tetapi juga menyusun program pemeliharaan jalan secara berkala dan terencana.

‎‎Dengan kondisi infrastruktur jalan yang baik, mobilitas masyarakat tidak hanya lancar saat mudik Lebaran, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari di wilayah Karawang, khususnya di kawasan pesisir seperti Cilamaya dan Cikalong.

‎‎Dengan sisa waktu sekitar 10 hari menjelang Idul Fitri 2026, berbagai persiapan terus dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan kelancaran arus mudik.

‎‎Perbaikan jalan, penyiapan jalur alternatif, hingga koordinasi lintas instansi menjadi bagian dari upaya menciptakan mudik yang aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat.

‎‎Ke depan, perbaikan infrastruktur yang lebih berkualitas diharapkan dapat menjadi prioritas pembangunan daerah, sehingga jalur-jalur strategis seperti Cikalong–Cilamaya tidak lagi mengalami kerusakan berulang setiap tahunnya.

Eghi Alam

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka