- Oleh Infonews871
- 04, Aug 2026
BANJARNEGARA INFONEWS TERKINI. Kondisi aliran air sungai yang berada di belakang pasar Wanadri kecamatan Bawang sungguh sangat Memprihatinkan, kondisi air sungainya masih saja berwarna abu abu pekat dan diduga masih seperti biasa keruh pekat tersebut diduga berasal dari limbah cucian pasir.
Keruhnya air sungai tersebut diduga akibat dari ulah pelaku usaha cucian pasir nakal yang tidak menaati aturan sebagai mana mestinya dengan membuang limbahnya tanpa proses sirkulasi, Bahakan diduga limbahnya masih di buang langsung ke sungai tanpa proses
Berdasarkan informasi yang di himpun bahwa sejumlah pengusaha cucian pasir beberapa waktu lalau sudah di panggil oleh pihak terkait, bahkan sudah dilakukan peneguran oleh pihak terkait serta sosialisasi.
Namun pada Selasa (11/8/2026) pada faktanya air sungai yang berada di sekitar pasar Wanadri tetap saja masih keruh berwarna abu abu pekat tidak ada perubahan yang signifikan pasca pengusaha cucian pasir dipanggil pihak terkait.
Salah satu Warga yang mengaku bernama S saat bertemu wartawan di sekitar pasar Wanadri mengungkapkan, iya pak, "lihat sendiri saja, "air sungai masih seperti biasa keruh kok, "gak ada perubahan. katanya kemarin sih menurut infonya mereka dipanggil sama pihak terkait, "Tapi nyatanya, kok tetap saja keruh, " dan juga infonya sudah di sidak, "tapi yaaaah, biasa biasa aja tuh gak ada perubahan, "Ungkapnya.
Dilokasi berbeda namun masih di hari Selasa (11/8/2026) sejumlah warga juga mengeluhkan hal yang sama dengan S walau sudah dipanggil dan di sidak, "yah tetap saja air sungai ini warnanya gak berubah tetap abu abu pekat kental, yang jadi tanda tanya, ini pihak terkaitnya yang tidak tegas apa memang sejumlah usaha cucian pasirnya diduga membandel,
Usaha ya usaha boleh boleh saja, tapi mbok iya memperhatikan lingkungan, jangan, malah gak peduli sama pencemaran sungai, sungai itu kan airnya juga banyak yang membuktikan, tolong jangan semaunya sendiri.
Dan pihak terkaitnya juga terkesan disepelekan, mungkin ketegasannya setengah setengah kali yaaah, apa mereka sudah saling kenal, jadi setengah setengah dalan ketegasan, hmmmmm ampun dah. warga sih nunggu sampai setegas apa coba pihak terkait nya, kami tonton aja dulu, gitu pak. "pungkasnya dengan tau wajah kesal
Selanjutnya tim menuju salah satu usaha cucian pasir di wilayah Masaran kecamatan Bawang sesampainya dilokasi bertemu dengan pihak mekanik dari usaha cucian Pasir Utama Bersaudara
Salah satu mekanik di Utama Bersaudara yang bergerak dibidang cucian pasir saat di temui wartawan dilokasi tempat ia bekerja yaitu di cucian pasir Utama Bersaudara kepada wartawan menjelaskan , "Terkait limbah cucian pasir yang ada di wilayah Masaran, "untuk saat ini kita sistem limbahnya sistem sirkulasi. "Sehingga untuk mengalirkan limbah itu kami sudah berupaya untuk sirkulasi, "dan sirkulasi tersebut dengan membuat kolam-kolam untuk proses sirkulasi,limbah cair dar cucian pasir.
"jadi selama ini tidak ada yang mengalir ke sungai dalam keadaan langsung dan keruh pekat, disini ditempat kami limbah tersebut mengalir melalui beberapa tahapan sirkulasi, "Kemudian terkait dengan polusi debu kering, "karena saat ini musimnya musim kemarau, "maka kita berusaha setiap hari selalu ada penyiraman jalan, penyiram. tersebut mulai dari Masaran kidul sampai ke pengusaha restoran Akar mas,
"Perlu diketahui karena memang dalam hal ini bekerja sama dengan akar Mas, dan juga dengan pihak Bangkit.
"Menanggapi terkait dengan isu-isu yang selama ini memang beredar, kami berpendapat bahwa, "karena memang kalau diperhatikan, untuk di wilayah kecamatan Purwonegoro kan juga banyak pelaku usaha cucian pasir. "Bahkan sampai saat ini terus menjadi sorotan publik yang paling vital,
"namun alhamdulilah di tempat kami di wilayah Masaran ini, " kondisinya seperti ini, "bak penampungan limbah ada dua diatas, "dan mengalir kebawah dan ditampung nak penampungan dibawah, dibawah juga ada dua penampungan untuk tahap sirkulasi limbah pada tahan akhir, sehingga yang terakhir yang mengarah ke sungai sudah bersih.dan aman "Pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari dinas terkait di Banjarnegara terkait polemik keruhnya air sungai yang diduga di akibatkan limbah cucian pasir.
Red Tim telusur jateng
Belum ada komentar.