- Oleh Infonews871
- 04, Feb 2026
Sleman-infonews871.com-
Bupati Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si dikenal sebagai seorang pemimpin yang sangat merakyat. Setiap hari, baik di kantor maupun di rumahnya, berbagai kelompok dan komunitas masyarakat sowan untuk sharing, memohon petunjuk, maupun bersilaturahmi dengan kepala daerah yang dilantik oleh Presiden RI pada 20 Februari 2025 yang lalu itu.
Di sore yang cerah pada 5 Februari 2025 itu, Tim BISA (BIncang Inspirasi Kita) Radio Petra 105,7 FM – HP Managemen bersama Pengurus dan Anak binaan Yayasan Kiwari sowan khusus kepada Bupati Harda. Disamping dalam rangka bersilaturahmi, audiensi itu juga bertujuan mengapresiasi keberhasilan kepemimpinan Bupati Harda yang sudah berjalan selama setahun sejak dilantik. Kecuali itu juga dalam rangka mendoakan Harda yang baru saja memperingati hari ulang tahunnya pada 26 Januari yang lalu.
Tim BISA (Bincang Inspirasi Kita) Radio Petra 105,7FM secara khusus memberikan pernyataan apresiasi untuk kepemimpinan Harda Kiswaya yang pro rakyat dan mendukung sesama kepala daerah di Indonesia. Salah seorang anggota Tim BISA yang baru kali itu bertatapmuka secara langsung dengan Harda, mengakui kepemimpinannya yang sangat responsif. Jauh sebelum bertemu langsung itu, anggota Tim BISA itu sering mengontak lewat pesan WA (WhatsApp) dan ternyata ia selalu direspon cepat oleh Harda. Waktu itu Tim BISA melalui pesan WA memohon Harda memberi ucapan selamat atas terpilihnya Heriyus Midel Yoseph sebagai Bupati Murung Raya di Kalimantan Tengah, dan ternyata Harda segera merespon dengan memberikan video pendek ucapan selamat.
Kepemimpinan yang dekat di hati rakyat dan mudah ditemui warga juga diakui oleh para pemimpin Yayasan Kiwari. Suharmanto sebagai Pembina Yayasan Kiwari mengapresiasi hal itu dan mengakui bahwa kepemimpinan Harda yang merakyat itu sudah dimulai jauh sejak Harda belum menjabat Bupati Sleman. Sebelum masa kampanye dulu, Harda Kiswaya yang waktu itu masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman pernah bekunjung ke Pondok Pesantren Makrifatullah yang dibina oleh Yayasan Kiwari dan memberi dukungan. Sejak itu relasi terjalin bagus dan pada momentum audiensi di Kantor Bupati Sleman itu, Harda menyampaikan komitmennya untuk mendukung pembangunan infrasttuktur pondok pesantren lansia dan anak yang sedang dibangun Yayasan Kiwari.
Dalam audiensi itu, para pemimpin Yayasan Kiwari hadir bersama 5 santrwan dan santriwati yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar. Anak-anak binaan itu merasa sangat bangga bisa bertemu langsung dengan pemimpin nomor satu di Kabupaten Sleman. Hal itu membuktikan bahwa Sleman adalah kabupaten yang ramah anak dan peduli pendidikan anak. Momentum itu bahkan menjadi suasana indah yang mengharukan sampai-sampai Bupati Harda Kiswaya tak kuasa meneteskan air mata bahagia. Bupati yang belum lama ini menerima Tanda Penghargaan Lencana Darma Bakti dari Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X itu memberi apresiasi kepada Yayasan Kiwari yang berjuang gigih untuk menolong anak-anak yang kurang beruntung supaya berubah hidupnya.
Kepada Tim BISA dan para pengurus Yayasan Kiwari, Harda juga menyatakan mendukung sinergitas dengan media. Beberapa pemimpin Yayasan Kiwari juga aktif sebagai jurnalis seperti Suharmanto yang adalah Wakil Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Sleman, dan juga jurnalis online Dumari. Harda berharap suatu saat akan hadir secara khusus untuk sharing di program siaran BISA (Bincang Inspirasi Kita) di studio Petra 105,7 FM.
Tim BISA dan Yayasan Kiwari sendiri telah lama menjalin kerjasama. Untuk acara BISA pada Rabu 18 Febriari 2026 yang akan datang telah dijadwalkan eposide khusus yang membahas isu Pendidikan Khas ke-Jogja-an (PKJ) dan pendidikan pesantren. Dalam episode khusus menyambut datangnya Bulan Puasa Ramadhan itu, nara sumber yang siap berbagi ilmu adalah Ketua Dewan Pendidikan Provinsi DIY Prof. Dr. Sutrisna Wibawa dan Pembina Yayasan Kiwari Suharmanto.
Audiensi itu diakhiri dengan doa bersama untuk mendukung kepemimpinan Harda Kiswaya. Doa dipimpin oleh Ustadz Supriyadi yang adalah Ketua Yayasan Kiwari. Doa-doa itu terasa khusyuk karena dilandasi iman dan pengharapan yang optimis. Sebelum doa itu, Harda banyak berbagi pengalaman tentang bagaimana dirinya mendukung pengembangan pondok-pondok pesantren dan melihat sendiri bagaimana Tuhan memberkati. Namun Harda juga seorang pemimpin yang toleran dan mendukung kegiatan semua kelompok agama seperti disampaikannya kepada salah seorang Tim BISA yang beragama Kristen. Hal itu selaras dengan poin keenam dari Misi Kepemimpinan Harda Kiswaya yaitu “pemajuan kebudayaan dalam semangat kebhinekaan, toleransi, dan keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta”.
(Herman)
Belum ada komentar.