Pamanukan Lumpuh! Luapan Sungai Cipunagara Rendam Jalan Provinsi, Ratusan Warga Mengungsi di Bawah Jembatan


IMG-20260130-WA0184.jpg
Kondisi terkini banjir di Pamanukan, Subang

SUBANG,INFONEWS – 

Kecamatan Pamanukan-Subang, Jawa Barat kembali dilanda bencana banjir besar. Luapan Sungai Cipunagara akibat curah hujan tinggi merendam permukiman warga hingga melumpuhkan akses jalan provinsi Subang–Pamanukan, Jumat (30/01/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Air datang dengan cepat saat warga masih beraktivitas pagi hari. Dalam hitungan jam, ketinggian air terus meningkat hingga memaksa ratusan warga meninggalkan rumah demi menyelamatkan diri.

Banjir yang awalnya hanya menggenangi Dusun Baru Mulyasari kini meluas ke sejumlah desa lain di Kecamatan Pamanukan. Debit air yang meningkat drastis memicu kepanikan warga karena genangan terus bertambah tanpa jeda.

Tak hanya rumah warga, jalur transportasi utama provinsi yang menjadi penghubung Subang–Pamanukan di kawasan pusat perbelanjaan juga lumpuh total. Ketinggian air membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Aktivitas ekonomi di pusat kota praktis berhenti. Banyak toko tutup dan arus lalu lintas terputus.

Minimnya fasilitas evakuasi membuat sebagian warga terpaksa bertahan di lokasi seadanya. Sejumlah keluarga terlihat mengungsi di bawah jembatan layang (flyover) dengan perlengkapan seadanya.

Asep (43), warga Kampung Baru Mulyasari, mengaku harus bergerak cepat menyelamatkan keluarganya saat air masuk ke rumah.

“Ketinggian air di pemukiman sudah sangat mengkhawatirkan. Kami harus cepat keluar sebelum terjebak,” ujarnya dengan wajah cemas.

Ia berharap air segera surut agar warga bisa kembali ke rumah masing-masing.

Pamanukan Langganan Banjir, Ada Masalah Sistemik?

Berulangnya banjir di wilayah ini memunculkan pertanyaan serius terkait kesiapan infrastruktur dan mitigasi bencana.

Beberapa persoalan krusial menjadi sorotan:

Normalisasi Sungai Cipunagara

Luapan air menunjukkan kapasitas sungai tidak lagi mampu menampung debit kiriman. 

Efektivitas pengerukan dan penguatan tanggul dipertanyakan.

Sistem Drainase Perkotaan

Terendamnya kawasan pusat ekonomi dan jalan provinsi mengindikasikan buruknya sistem drainase yang tidak terintegrasi.

Fasilitas Pengungsian Minim

Warga yang terpaksa berlindung di bawah jembatan menjadi potret miris kurangnya tempat evakuasi yang layak dan manusiawi.

Tanpa pembenahan menyeluruh, banjir dikhawatirkan akan terus menjadi bencana tahunan bagi masyarakat Pamanukan.

Imbauan Darurat untuk Warga

Pihak terkait mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan langkah-langkah berikut:

1.Evakuasi lebih awal saat air mulai naik

2.Utamakan keselamatan lansia dan anak-anak

3.Matikan aliran listrik utama

4.Simpan dokumen penting di tempat kedap air

5.Gunakan masker dan air bersih untuk mencegah penyakit pasca-banjir

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih mengguyur sebagian wilayah Subang dan debit Sungai Cipunagara belum menunjukkan penurunan signifikan.

Warga hanya bisa berharap banjir segera surut dan pemerintah bergerak cepat memberikan bantuan serta solusi jangka panjang.

 

Darno

 

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka