- Oleh Infonews871
- 27, Jan 2026
kARAWANG,INFONEWS -
Kerusakan Jalan Cikalong–Cilamaya di wilayah Cicinde Selatan dan Cicinde Utara, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, kian memprihatinkan. Jalan yang seharusnya menjadi jalur penopang aktivitas warga justru berubah menjadi jebakan berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua. Ironisnya, kondisi tersebut dibiarkan berlarut hingga warga terpaksa menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang sebagai tanda bahaya sekaligus bentuk protes terbuka.
Aksi tanam pohon pisang itu bukan tanpa alasan. Lubang-lubang menganga di badan jalan dinilai sudah berada pada level membahayakan keselamatan, terlebih saat hujan turun dan genangan air menutup permukaan jalan. Situasi ini membuat pengendara berisiko tinggi mengalami kecelakaan setiap kali melintas di jalur tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah titik kerusakan memiliki kedalaman dan lebar yang signifikan. Pada malam hari, minimnya pencahayaan ditambah genangan air membuat lubang jalan nyaris tak terlihat. Kondisi ini berpotensi memicu kecelakaan tunggal maupun beruntun.
Agus, salah seorang pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut, mengungkapkan keresahannya. Ia menilai kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa solusi konkret.
“Setiap hari saya lewat sini untuk kerja. Harus ekstra waspada, apalagi kalau pulang malam. Musim hujan lubangnya ketutup air, tidak kelihatan. Ini sangat berbahaya,” ujar Agus, Rabu (28/01/2026).
Fenomena penanaman pohon pisang di jalan rusak kerap muncul di berbagai daerah sebagai sindiran keras terhadap lambannya penanganan infrastruktur. Di Karawang, aksi serupa kembali terjadi dan menjadi alarm sosial bahwa ada persoalan serius dalam perawatan jalan yang menyangkut kepentingan publik.
Warga menilai, jika perbaikan terus ditunda, potensi korban jiwa hanya tinggal menunggu waktu. Mereka menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan tidak boleh dikalahkan oleh alasan administratif maupun anggaran.
“Jangan tunggu ada korban dulu baru diperbaiki. Jalan ini dipakai setiap hari oleh masyarakat,” tegas salah seorang warga.
Masyarakat mendesak instansi berwenang segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang cepat rusak. Selain itu, warga meminta adanya transparansi dan evaluasi terkait pemeliharaan jalan, agar kejadian serupa tidak terus berulang dari tahun ke tahun.
Kerusakan jalan bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan menyangkut keselamatan, hak warga, dan tanggung jawab negara dalam menyediakan infrastruktur yang layak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai jadwal maupun rencana perbaikan Jalan Cikalong–Cilamaya.
Eghi Alam
Belum ada komentar.