- Oleh Infonews871
- 09, Jan 2026
KARAWANG,INFONEWS —
Seorang tamu Hotel Mercure Karawang bernama Suwanto mengaku mengalami peristiwa mencekam saat menginap bersama keluarganya di kamar 1202 lantai 12, pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.
Menurut keterangan Suwanto, kejadian bermula ketika dari dalam kamar terdengar suara alarm berbunyi berulang kali. Merasa khawatir, pihaknya kemudian menghubungi resepsionis hotel untuk meminta penjelasan. Namun, resepsionis menyampaikan bahwa tidak terjadi apa-apa dan pihak hotel akan melakukan pengecekan.
Tak berselang lama, alarm kembali berbunyi. Suwanto kembali menghubungi resepsionis, namun jawaban yang diterima tetap sama, yakni kondisi dinyatakan aman dan tidak ada kejadian darurat.
Situasi berubah ketika aroma asap mulai tercium masuk ke dalam kamar 1202. Merasa kondisi membahayakan keselamatan, Suwanto dan keluarganya segera membuka pintu kamar dan menyelamatkan diri secara mandiri.
“Dalam kondisi panik, kami langsung mengevakuasi diri sekeluarga melalui tangga darurat dari lantai 12 hingga lantai 1,” ujar Suwanto.
Ia menjelaskan, saat kejadian dirinya bersama istri yang sedang hamil 9 bulan, serta dua anak berusia 6 dan 8 tahun. Dalam proses evakuasi tersebut, anak pertamanya terjatuh di tangga darurat, sementara anak keduanya menangis ketakutan. Istrinya pun mengalami kelelahan berat dan syok akibat kondisi darurat tersebut.
Suwanto menyesalkan sikap manajemen hotel yang dinilainya tidak sigap dan tidak transparan. Ia menyampaikan beberapa keberatan, di antaranya:
Pihak hotel diduga memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya terkait bunyi alarm dan aroma asap.
Tidak ada evakuasi, bantuan, maupun pertolongan dari pihak hotel, khususnya di lantai 12.
Pihak hotel tidak memberikan tanggapan resmi setelah kejadian berlangsung hingga kronologi ini dibuat.
Dalam perkembangan selanjutnya, pada hari yang sama, pengacara pihak Hotel Mercure Karawang bernama Timi kepada wartawan menyampaikan bahwa manajemen hotel siap bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi, termasuk menawarkan jaminan kesehatan dan membawa korban ke rumah sakit.
Namun demikian, Suwanto menyebutkan bahwa mediasi tidak menghasilkan kesepakatan. Ia mengaku masih mengalami trauma, terutama terhadap kondisi keluarga, sehingga penawaran dari pihak hotel tidak digubris.
“Atas kejadian ini, kami memutuskan untuk melanjutkan proses hukum dan melaporkan ke pihak berwajib,” tegas Suwanto.
Hingga berita ini diturunkan, awak media akan terus mengawal dan mempublikasikan kasus tersebut.
Red : Nuraini
Belum ada komentar.