Sleman Menuju Jaringan Kota Film UNESCO, Dorong Talenta Muda Jadi Pelaku Industri Kreatif


1001015536.jpg

Sleman-Infonews871.com—

Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong pengembangan ekosistem perfilman sebagai bagian dari upaya menuju UNESCO Creative Cities Network (UCCN) bidang Film. Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperoleh pengakuan internasional, tetapi juga menjadikan perfilman sebagai kekuatan ekonomi kreatif dan sumber lapangan kerja bagi masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam Jumpa Pers bertema “Sleman Menuju Jaringan Kota Film UNESCO (UCCN)”, Jumat (21/8/2026).

Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pengembangan perfilman tidak boleh berhenti pada pencapaian prestasi maupun pengakuan internasional. Industri film, menurutnya, harus mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan kerja bagi generasi muda.

“Sleman memiliki banyak anak muda dengan kreativitas dan kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi sineas, animator, pekerja kreatif, hingga pelaku industri perfilman,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Sleman mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, komunitas, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat untuk membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan.

Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Prof. Dr. Mohammad Suyanto, M.M., yang dikenal sebagai Mr. M di dunia perfilman Hollywood sekaligus sutradara, menyampaikan gagasan penyiapan sekitar 500 talenta muda Sleman melalui pendidikan dan pelatihan di bidang film, animasi, dan live action.

Program tersebut diharapkan mampu menciptakan regenerasi sehingga generasi muda Sleman tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pelaku utama industri kreatif.

Penguatan kelembagaan juga disiapkan melalui pembentukan Komisi Perfilman, yang diharapkan menjadi wadah koordinasi bagi para pelaku dan profesional untuk memperkuat arah perkembangan perfilman di Sleman.

Menurut Suyanto, karya lokal perlu dikembangkan dengan menggandeng talenta dan profesional dari industri perfilman internasional. Salah satunya melalui proyek animasi “Aji Saka: The King, The Flower of Life”.

Kolaborasi tersebut dinilai membuka peluang bagi talenta kreatif Sleman untuk menghasilkan karya berstandar dan berdaya saing global. Perfilman juga berpotensi menjadi bagian dari ekspor ekonomi kreatif sekaligus menarik investasi internasional.

Sementara itu, Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Dinas Kebudayaan Sleman Dekhi Nugroho, S.E., M.Ec.Dev., mengatakan penguatan industri perfilman juga dilakukan melalui penyediaan ruang kreatif.

Pemkab Sleman mengembangkan Sleman Creative Space serta Taman Budaya Sleman sebagai ruang ekspresi, produksi gagasan, dan komunikasi bagi komunitas film maupun pelaku ekonomi kreatif.

Sleman Lolos Seleksi Awal UCCN 2027

Moderator yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Edy Winarya, S.Sn., M.Si., menjelaskan bahwa Sleman telah lolos tahap pertama seleksi nasional dan masuk dalam enam kabupaten/kota yang mengikuti seleksi lanjutan pengusulan nominasi UCCN 2027 bidang Film.

“Di tahap kedua akan dipilih empat, kemudian tahap ketiga dipilih dua untuk selanjutnya diusulkan ke UNESCO,” jelas Edy.

Sleman dinilai memiliki modal penting untuk membangun industri perfilman. Ekosistem tersebut ditopang keberadaan studio film dan animasi, rumah produksi, komunitas, perguruan tinggi, sekolah, lembaga pelatihan, bioskop, hingga televisi lokal.

Selain itu, Sleman telah mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Kreatif pada 2023, dengan subsektor Film, Animasi, dan Video sebagai salah satu bidang yang menjadi fokus pengembangan.

Dengan berbagai potensi tersebut, upaya menuju UCCN tidak semata-mata mengejar predikat internasional. Lebih jauh, Sleman ingin menjadikan perfilman sebagai ruang tumbuh kreativitas generasi muda sekaligus kekuatan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan membawa karya lokal ke pasar global.

(Herman)

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka