Pembangunan Jalan Beton di Jungklang Desa Pamekaran Kualitas Diragukan: Tanpa Papan Informasi dan Minim Transparansi

KARAWANG,INFONEWS —

Pemerintah Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, terus menggenjot pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Salah satu yang saat ini tengah berlangsung adalah peningkatan jalan beton di Dusun Jungklang RT 03/RW 03, Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang.

Namun, proyek tersebut mendapat sorotan dari awak media yang melakukan monitoring dan fungsi sosial kontrol di lokasi pekerjaan pada Sabtu (29/11/2025). Saat peninjauan, tidak ditemukan papan informasi kegiatan sebagaimana yang diwajibkan untuk keterbukaan publik terkait anggaran maupun pelaksana kegiatan.

Untuk memastikan asal kegiatan, awak media kemudian menghubungi Kepala Desa Pamekaran. Kepala desa menjelaskan bahwa pekerjaan peningkatan jalan itu bukan merupakan proyek pemerintah desa, melainkan program dari dinas terkait di Kabupaten Karawang.

Ketiadaan papan informasi serta kondisi pelaksanaan pekerjaan pun menuai keluhan dari warga setempat. Iyan, salah satu warga Jungklang, mengungkapkan rasa kecewanya.

"Sudah tidak ada papan informasi kegiatan sebagai bentuk transparansi anggaran, juga dalam pelaksanaan pekerjaannya dasar jalan ini kan labil karena ada di areal pesawahan. Tanpa digilas dulu atau dipadatkan batu beskos sebagai dasar jalan, hanya ala kadarnya," ujarnya kepada awak media.

Saat awak media mencoba meminta keterangan lebih lanjut kepada salah satu pekerja di lokasi, pekerja tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti pihak pelaksana.

"Ini pekerjaan orang Karawang, saya tidak tahu namanya. Untuk papan informasi kegiatan, katanya besok akan dibawa," jawab pekerja yang enggan disebutkan namanya.

Padahal, sesuai aturan, papan informasi proyek semestinya sudah terpampang sejak awal pekerjaan dimulai sebagai bentuk keterbukaan anggaran dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana kegiatan maupun dinas terkait belum memberikan klarifikasi atas temuan di lapangan. Minimnya informasi membuat publik berharap adanya tindak lanjut serta pengawasan lebih ketat agar pembangunan dapat berjalan sesuai aturan, transparan, dan berkualitas.

Eghi Alam

Tags:
Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu

Komentar

  • Belum ada komentar !