- Oleh Infonews871
- 01, Jan 2026
PALEMBANG INFONEWS TERKINI
Perjalanan kemanusiaan tim relawan asal Jakarta yang membawa bantuan untuk korban banjir di Aceh namun berubah mencekam, ironisnya saat melintas di wilayah Palembang, mereka mengaku dipalak oleh oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub), meski telah menjelaskan bahwa kendaraan yang digunakan membawa bantuan penting untuk warga terdampak bencana menjelang Ramadan.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/1/2026) siang, tepatnya saat rombongan relawan keluar dari Tol Keramasan, depan Terminal Karya Jaya, Kertapati, Palembang. Mobil relawan dengan nomor polisi B 1025 EIX yang membawa mesin pemurnian air dan perlengkapan salat, sesuai hasil asesmen kebutuhan korban banjir, justru diberhentikan dan ditilang.
Kevin, salah satu relawan petualang dalam tim tersebut, mengatakan oknum Dishub di lokasi seolah sudah mengetahui bahwa mereka adalah relawan. Namun, hal itu tidak membuat mereka dilepaskan.
“Bahkan tadi mereka juga tahu, kayaknya sudah paham kalau kami ini relawan petualang, tapi tetap nggak dilepas,” kata Kevin.
Menurut Kevin, ia memilih tidak memperpanjang masalah demi menjaga agar bantuan untuk korban banjir tetap sampai tepat waktu, "apalagi kebutuhan itu sangat krusial menjelang Ramadan. Ia pun mencoba menyelesaikan persoalan secara damai.
“Saya bilang nggak mau ribet, maunya gimana. "Saya kasih Rp50 ribu, "tapi dia nggak mau, "katanya kurang,” ujarnya.
Situasi semakin menekan ketika muncul ucapan yang dinilai bernada ancaman, seolah keselamatan perjalanan panjang menuju Aceh menjadi taruhan.
“Dia bilang, ‘perjalanan masih jauh, mau aman nggak?’ ngomongnya begitu,” ungkap Kevin.
Tak hanya Kevin, salah satu rekannya juga sempat mendapat tekanan dari beberapa orang di lokasi. Karena kondisi ramai dan sulit menghindar, Kevin akhirnya memilih maju sendiri menghadapi oknum Dishub tersebut.
“Teman saya juga dirempuk tiga orang. Akhirnya saya yang ngadep, saya ditarik ke seberang ke posnya, ngobrol lama, tapi tetap nggak mau ngelepasin kami,” tuturnya.
Kevin menegaskan, sejak awal mereka sudah menjelaskan bahwa kendaraan tersebut membawa bantuan kemanusiaan, mulai dari mesin pemurnian air hingga perlengkapan ibadah yang sangat dibutuhkan korban banjir untuk menyambut bulan suci Ramadan. Namun penjelasan itu disebut tidak digubris.
Kronologi :
Ambulance dari Jakarta membawa bantuan Logistic menuju Aceh
Di Toll km 268 Lampung Palembang ban meletus dan akhirnya keluar Toll untuk mencari ban pengganti, sampai ke pasar anyar, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, kemudian di stop oleh dishub dengan alasan tanpa KIR dan meminta uang damai dengan ancaman apabila mau lancar harus bayar.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan, lantaran dugaan pemalakan justru dialami relawan yang sedang menjalankan misi kemanusiaan lintas daerah. Bantuan untuk korban banjir yang seharusnya menjadi prioritas, malah terhambat oleh tindakan oknum tersebut.
Red : Mtj
Belum ada komentar.