IWOI Sleman dan Dispar Bahas Strategi Pariwisata Berkelanjutan, Transit Multifungsi hingga Event Internasional 2027


1001038972.jpg

Sleman- Infonews871.com-

Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO

1001038971.jpg
Pengurus IWOI DPD Sleman berfoto bersama dengan kadispar Sleman dan jajaranya

I) Kabupaten Sleman menggelar Coffee Morning Partnership bersama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, S.Sn., M.M., beserta jajaran, Kamis (3/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Pariwisata Sleman tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan cair. Sejumlah isu strategis pengembangan pariwisata menjadi bahan diskusi, mulai dari pengembangan destinasi, peningkatan kapasitas pengelola, integrasi transportasi wisata, hingga dampak penyelenggaraan event pariwisata berskala nasional dan internasional terhadap perekonomian masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Edy Winarya didampingi Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, S.E., M.Dev., serta jajaran terkait.

Edy mengatakan, Kabupaten Sleman memiliki banyak potensi dan peluang pariwisata yang masih dapat dikembangkan. Pengembangan tersebut, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan promosi dan publikasi destinasi, tetapi juga bagaimana sektor pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Pengembangan destinasi ke depan harus dikemas semakin menarik dan mampu menjawab tantangan, terutama kebutuhan wisatawan,” ujar Edy.

Menurutnya, destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Diperlukan inovasi strategis dan berkelanjutan melalui pengembangan aktivitas wisata, peningkatan kualitas pelayanan, serta penciptaan berbagai atraksi yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Strategi tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di Sleman.

“Pengembangan destinasi tidak cukup hanya membangun fisiknya, tetapi juga tentang peningkatan kapasitas sumber daya manusia pelaku dan pengelola destinasi wisata, sehingga semakin menarik minat wisatawan,” katanya.

Pariwisata dan Transportasi Harus Terintegrasi

Sementara itu, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, menjelaskan bahwa pengelolaan pariwisata ke depan perlu dilakukan secara terintegrasi antara destinasi dan transportasi.

Konektivitas antardestinasi menjadi salah satu hal penting agar wisatawan dapat mengunjungi berbagai destinasi dengan lebih mudah dan fleksibel.

Menurut Kus, konsep tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan berbagai moda transportasi wisata, seperti jeep, penyeberangan, maupun kawasan transit yang dapat menjadi titik singgah wisatawan.

Salah satu rencana yang sedang dipersiapkan adalah pembangunan Transit Multifungsi di Bokoharjo yang diharapkan dapat mendukung akses menuju sejumlah destinasi wisata di sekitarnya.

Pada 2026, rencana tersebut akan melalui proses review lebih lanjut, khususnya terhadap master plan dan feasibility business plan.

Apabila hasil kajian dinilai positif, proses selanjutnya akan diarahkan pada tahapan persiapan pembiayaan melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Kawasan transit tersebut nantinya diharapkan tidak sekadar menjadi tempat perpindahan wisatawan. Lebih dari itu, kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi kuliner, UMKM, transportasi wisata, serta ekonomi kreatif masyarakat.

“Dengan demikian, wisatawan yang datang diharapkan memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah,” jelas Kus.

Siapkan Event Pariwisata 2027

Dalam diskusi tersebut juga dibahas sejumlah agenda pariwisata yang tengah dipersiapkan untuk 2027. Event-event tersebut diharapkan menjadi sarana promosi sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kabupaten Sleman.

Beberapa agenda yang direncanakan antara lain Festival Gamelan Kutub Utara pada September 2027 di kawasan Pakem dan Festival Geopark pada November 2027.

Festival Gamelan Kutub Utara mengusung tema “Harmony for All, Harmony Partnership”, sedangkan Festival Geopark mengangkat tema “Adventure for All”.

Festival Geopark nantinya akan mengeksplorasi sejumlah lokasi yang memiliki potensi geowisata. Pelaksanaan kegiatan juga diarahkan untuk dilengkapi dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti seminar internasional serta pelibatan komunitas destinasi.

Kus menegaskan, penyelenggaraan event pariwisata harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Melalui event tersebut, pariwisata diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kehadiran wisatawan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM, ekonomi kreatif, pelaku transportasi wisata, kuliner dan masyarakat di sekitar destinasi,” tuturnya.

Event Nasional dan Internasional Terus Dievaluasi

Edy Winarya menambahkan, sejumlah event nasional maupun internasional yang telah dilaksanakan di Sleman akan terus dievaluasi. Evaluasi tersebut diperlukan agar penyelenggaraan event di masa mendatang mampu memberikan dampak yang semakin luas kepada masyarakat.

Tidak hanya dari aspek ekonomi, evaluasi juga mencakup keamanan dan kenyamanan wisatawan.

“Beberapa event nasional maupun internasional yang telah berhasil dilaksanakan di Sleman akan terus kita evaluasi, sehingga pelaksanaan event-event tersebut di waktu mendatang memiliki dampak yang luas kepada masyarakat, yaitu peningkatan aspek ekonomi masyarakat sekitar. Aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan juga terus terjaga dengan baik,” kata Edy.

IWOI Sleman Siap Perkuat Promosi Pariwisata

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD IWOI Sleman, Yupiter Ome, bersama jajaran IWOI Sleman menyampaikan komitmennya untuk ikut mendukung pengembangan dan promosi pariwisata di wilayah DIY, khususnya Kabupaten Sleman.

Dukungan tersebut akan dilakukan melalui pemberitaan dan publikasi yang positif, informatif, edukatif, serta berimbang.

Menurut Yupiter, media memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi destinasi, event, ekonomi kreatif, UMKM, hingga berbagai aktivitas pariwisata kepada masyarakat luas.

“Melalui pemberitaan dan publikasi yang positif dan informatif, masyarakat maupun wisatawan dapat memperoleh edukasi serta menentukan pilihan berwisata di wilayah Kabupaten Sleman dengan aman dan nyaman,” pungkas Yupiter.

Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku pariwisata, komunitas, UMKM, masyarakat dan media diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata Sleman. Dengan demikian, pertumbuhan kunjungan wisatawan tidak hanya tercermin dari jumlah wisatawan, tetapi juga dari semakin besarnya manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

(Herman)

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka