- Oleh Infonews871
- 01, Sep 2026
KARAWANG,INFONEWS —
Pemerintah Desa Gempol, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, kembali menyalurkan program bantuan pangan tahap periode Juli hingga September. Penyaluran yang dipusatkan di aula kantor desa pada Rabu, 2 September 2026 ini menyasar sebanyak 747 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Setiap KPM menerima alokasi bantuan berupa beras sebanyak 30 kilogram (dikemas dalam 3 karung masing-masing berukuran 10 kg). Penyaluran komoditas pangan ini diharapkan mampu menjadi jaring pengaman sosial yang efektif untuk meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu dalam rentang tiga bulan ke depan.
Kehadiran bantuan pangan ini disambut antusias oleh para penerima manfaat. Salah seorang warga, Ibu Nani (KPM asal Desa Gempol), menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya saat menerima bantuan beras tersebut di kantor desa.
"Alhamdulillah, bantuan ini sangat meringankan beban dapur kami di tengah harga kebutuhan pokok yang serba tidak menentu. Tiga karung beras ini sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga untuk beberapa waktu ke depan," ungkap Nani dengan nada lega.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Gempol, Eman Sulaeman (yang akrab disapa Ocan), menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus mengawal ketat distribusi bantuan agar tepat sasaran.
“Kami pastikan proses penyaluran berjalan tertib, transparan, dan langsung diterima oleh warga yang benar-benar berhak tanpa ada pemotongan dalam bentuk apa pun,” ujar Kades Eman Sulaeman saat memantau jalannya penyaluran.
Langkah cepat Pemerintah Desa Gempol di bawah kepemimpinan Eman Sulaeman patut diapresiasi dalam merespons kebutuhan dasar warganya. Kendati demikian, edukasi publik mengenai pentingnya diversifikasi pangan dan produktivitas lokal (seperti optimalisasi pekarangan pangan lestari) harus berjalan seiring dengan distribusi bantuan sosial.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, transparansi data, dan partisipasi masyarakat, program bantuan pangan tidak sekadar menjadi bantuan karitatif yang bersifat sementara, melainkan batu loncatan menuju ketahanan kesejahteraan sosial yang mandiri di tingkat desa.
Eghi Alam
Belum ada komentar.