Kemarau Panjang Tak Ganggu Pasokan, PDAM Tirta Sembada Sleman Pastikan Distribusi Air Bersih Aman


1001037198.jpg

SLEMAN - Infonews871.com-

Musim kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia tahun ini berdampak pada potensi kendala pasokan air bersih di berbagai daerah. Kendati demikian, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Kabupaten Sleman memastikan layanan distribusi air bersih bagi masyarakat tetap stabil dan aman.

Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman, Bernadus Edy Nugroho, SE., MM., mengungkapkan bahwa stabilitas layanan ini dijaga melalui pengelolaan sumber air baku yang optimal, salah satunya memanfaatkan mata air Umbul Wadon yang terletak di kawasan Plunyon, Kali Kuning, Cangkringan.

"Mata air Umbul Wadon memiliki debit air 650 liter per detik pada musim penghujan dan 400 liter per detik pada musim kemarau. Sumber air ini sekaligus menjadi hulu dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Opak, Progo, dan Oya. Ini merupakan anugerah dari Tuhan," ujar Edy Nugroho saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/9/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kabupaten Sleman tercatat sebanyak 1.179.382 jiwa yang tersebar di 17 kapanewon. Hingga saat ini, layanan PDAM Tirta Sembada telah menjangkau 16 kapanewon dengan total 45.993 sambungan aktif yang terbagi ke dalam wilayah pelayanan Barat, Tengah, dan Timur. Jangkauan layanan tersebut mencakup sekitar 23 hingga 40 persen dari total populasi penduduk Kabupaten Sleman untuk kebutuhan rumah tangga serta industri.

Pasokan air baku PDAM Tirta Sembada bersumber dari mata air pegunungan seperti Umbul Wadon di ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut (mdpl), sumur dalam (*deep well*), sumur dangkal (*shallow well*), serta pemanfaatan air permukaan dan sungai. 

Sejumlah sungai yang melintasi wilayah Sleman turut diandalkan sebagai sumber air baku, di antaranya Sungai Bedog, Sungai Konteng, Sungai Denggung, dan Sungai Opak, serta tambahan pasokan dari Sungai Progo melalui sistem SPAM Regional. Air dari berbagai sumber tersebut kemudian diolah melalui instalasi pengolahan agar memenuhi standar kesehatan sebelum disalurkan kepada pelanggan.

Di tengah tantangan musim kemarau terpanjang tahun ini, Edy menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga performa distribusi agar tidak mengecewakan pelanggan. Sebagai langkah mitigasi jangka panjang dan pelestarian lingkungan, ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak.

"Harapan kami masyarakat menggunakan air PDAM dengan bijak guna melindungi dan menjaga kelestarian lingkungan. Matikan keran saat tidak digunakan, gunakan wadah untuk mencuci, segera perbaiki keran yang bocor, gunakan ember saat mencuci kendaraan, serta manfaatkan air bekas cucian untuk menyiram tanaman," pungkasnya.

(Herman)

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka