YOGYAKARTA,

Infonews871.com-
Penulis dan kolumnis Dr. Haryadi

Sahabat Pembangunan Murung Raya dari Yogyakarta (Pulung Wahyu Pinto SH, Dr. Haryadi Baskoro, Pdt. Arief Arianto, Pdt. Budi Santosa)
Baskoro berkolaborasi dengan tokoh muda asal Kalimantan Tengah, Kabik Amaz Jazikha, dalam proyek penulisan buku tentang eksistensi masyarakat Dayak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Buku ini akan menggambarkan hubungan erat antara budaya Yogyakarta dan budaya Dayak, sekaligus merajut sinergi kebudayaan di antara keduanya.
Dr. Haryadi Baskoro selama ini dikenal sebagai penulis yang aktif mengangkat tema Keistimewaan Yogyakarta. Salah satu bukunya, Kuliah Keistimewaan Yogya, telah diperkenalkan di sejumlah kampus ternama, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJ).
Sementara itu, Kabik Amaz Jazikha adalah seorang aktivis muda yang memiliki kepedulian terhadap gerakan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Ia merupakan lulusan S1 Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada dan memiliki pengalaman akademik serta sosial yang mendorongnya untuk menggali lebih dalam hubungan budaya Yogya dan Dayak.
Menurut Pulung Wahyu Pinto, SH, dari HP Manajemen, kolaborasi ini juga bertujuan mendukung pembangunan di Kabupaten Murung Raya dan Kalimantan Tengah secara umum. Sebagai bentuk dukungan terhadap proyek ini, jejaring penggerak pembangunan dari Yogyakarta, yang tergabung dalam komunitas Sahabat Pembangunan Murung Raya, turut berkomitmen membantu. Di antara mereka adalah Pdt. Arief Arianto dan Pdt. Budi Santosa.
Pulung menambahkan bahwa komunitas ini ingin menjadikan Murung Raya sebagai pusat kearifan lokal Dayak sekaligus peradaban yang berbasis nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan buku ini tidak hanya memperkuat hubungan budaya antara Yogyakarta dan Kalimantan Tengah, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan daerah.(Herman)
Komentar
Belum ada komentar !