- Oleh Infonews871
- 23, Jan 2026
BANDUNG,INFONEWS -
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi meluncurkan program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (GAS LAH), Senin, 26 Agustus 2026 bertempat di Alun-alun Ujung Berung.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) selaku leading sektor pengelolaan sampah menginisiasi program GAS LAH yang merupakan inovasi unggulan pemkot Bandung dalam upaya penanganan sampah yang berkelanjutan langsung dari sumber atau rumah.
Publik sangat mengapresiasi diluncurkannya program GAS LAH ini, walaupun ada yang pro-kontra bahkan menyinyir terhadap efektifitas dan keberhasilan inovasi unggulan program pemkot Bandung ini.
Salah seorang pemerhati lingkungan Ryan Hendryan Koordinator Subdiv Habitat Teknologi Organis YPPB ketika diwawancara Info News pada acara Bimtek GAS LAH di Gd. Baru Kantor DLH Kota Bandung, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia mengungkapkan apresiasi yang luar biasa kepada pemkot Bandung khususnya DLH Kota Bandung yang sudah menggagas sehingga terwujudnya program GAS LAH ini.
"Saya apresiasi diluncurkannya program GAS LAH ini, semoga program ini menjadi Inovasi unggulan pemkot Bandung atasi masalah sampah," ujar Ryan dengan nada penuh optimis.
Ryan menjelaskan dengan komposisi timbulan sampah organik kota Bandung kurang lebih 50% dari total timbulan sampah yang diangkut ke TPA setiap harinya, program GAS LAH diharapkan dapat menurunkan jumlah sampah yang di buang ke TPA Sarimukti.
"Timbulan sampah Kota Bandunn kurang lebih 1500 ton perhari 50%-nya adalah sampah organik yang di angkut ke TPA," ungkapnya.
Ia berharap dengan adanya GAS LAH secara tonase dapat turun cukup signifikan.
"Jika targetnya Gas Lah mengolah 25 Kg/RW/hari akan ada 40 ton sampah organik yang tidak lagi dibuang ke TPA." Tambahnya
Ryan yang sering menjadi pemateri di DLH Kota Bandung berpendapat bahwa program GAS LAH ini merupakan pengelolaan sampah yang minim efek dampak emisi bagi kesehatan.
Ryan menambahkan idealnya pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab pemerintah hingga sumber agar bisa dipastikan tidak ada lagi sampah yang dibuang disungai atau dimana saja.
Selain itu kesejahteraan petugas juga harus lebih diperhatikan, untuk itu perlu memiliki lembaga yang jelas.
"Tidak seperti kondisi sekarang petugas sampah tidak memiliki jaminan kesehatan maupun kecelakaan kerja," tandasnya.
Diakhir ia berpesan, semoga program GAS LAH ini konsisten dan pencapaiannya maksimal agar kota Bandung menjadi pionir kota dengan penerapan sistem pengelolaan sampah terpilah dari sumber.
Sehingga 100% kawasan berpengelola maupun tidak berpengelola memiliki standar yang sama sampahnya harus terpilah disumber bahkan sampah organiknya bisa diolah disumber,
Hal lain yang tidak boleh diabaikan pemerintah adalah memberlakukan pembatasan plastik sekali pakai dan membudayakan refill kepada masyarakat untuk menekan jumlah sampah yang diangkut ke TPA.)
Aher
Belum ada komentar.