- Oleh Infonews871
- 18, Feb 2026
BANJARNEGARA INFONEWS TERKINI
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program nasional pemerintah yang diprogramkan pemerintah Indonesia untuk menyediakan makanan bergizi secara cuma-cuma bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui.
Program ini bertujuan untuk mengatasi stunting, dan meningkatkan kualitas gizi, guna menyiapkan generasi yang sehat. fakta dilapangan justru sangat jauh berbeda dengan apa yang diharapkan oleh pemerintah maupun penerima manfaat.
faktanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapur SPPG Desa Somawangi, Banjarnegara, menuai polemik menjadi sorotan dan perbincangan publik yang sangat pedas karena tidak sesuai harapan.
Alih-alih meningkatkan gizi, satuan pendidikan, (SPPG) setempat justru menyuguhkan buah pir yang sudah busuk kepada para siswa, pada Jumat (27/2/2026).
Temuan buah yang tidak layak konsumsi ini akhirnya sontak memicu amarah beberapa orang tua murid, mereka menuding pihak penyelenggara hanya mengejar keuntungan belaka dengan membeli bahan pangan berkualitas buruk alias "asal murah".
Kepala SPPG Somawangi,Jum'at (17/2/2026) dalam pesan singkat nya melalui pesan WhastApp, secara terbuka Anis mengakui kesalahan tersebut.
Namun, ia berdalih bahwa kondisi kecokelatan pada buah pir madu tersebut merupakan dampak alami dari oksidasi enzimatik akibat gesekan saat penyimpanan.
"Kami akui salah. "Pir madu memang sensitif dan mudah memar. "Ke depan, kami tidak akan memesan jenis buah itu lagi.Ia juga menjanjikan akan mengganti buah tersebut pada Senin mendatang.
ujar Anis melalui pesan singkatnya.
Kritik Pedas: Pemborosan dan Lemahnya Pengawasan.
Dalih teknis tersebut tidak menyurutkan kekesalan wali murid.
Salah satu orang tua siswa menilai tindakan ini sebagai bentuk ketidakprofesionalan yang berujung pada pemborosan anggaran negara.
Menurutnya "Ini beli buahnya asal murah, "tidak mikir layak atau tidak kalau dikonsumsi manusia apalagi anak balita.
"Kalau belinya kualitas bagus,
"tidak perlu ada drama ganti-mengganti.
"Ini namanya pemborosan: "beli buah busuk, "lalu keluar uang lagi untuk mengganti. cetus salah satu wali murid dengan nada geram.
MBG Kabupaten Banjarnegara Izak Danial Aloys, SSTP. MSi.saat di konfirmasi wartawan melalui pesan WhastApp menyampaikan bahwa, Prosedur penggantian harus segera dilakukan melalui koordinasi antara guru pendamping dan pihak dapur,"terang Izak Danial Aloys.
Meski prosedur dijalankan, publik mendesak adanya evaluasi total terhadap rantai distribusi dan pengawasan mutu.karena itu makanan yang akan dikonsumsi manusia.
Beberapa masyarakat dan publik menuntut agar program MBG tidak hanya menjadi proyek formalitas,bagi mereka yang mencari keuntungan pribadi melainkan harus benar-benar memprioritaskan keamanan pangan bagi generasi penerus sesuai tujuan pemerintah
Sesuai pantauan awak media masyarakat sudah sangat geram dengan ulah beberapa oknum SPPG di Banjarnegara. yang tidak memperhatikan mutu dan kwalitas menu sesuai program pemerintah.
Hingga berita ini diterbitkan sementara kepala yayasan Alhusnah Tanjungtirta tidak merespon saat konfirmasi melalui pesan WhastApp oleh awak media.
Red : Tim investigasi
Belum ada komentar.