- Oleh Infonews871
- 06, Sep 2026
KULON PROGO,Infonews871.com-
Sebanyak 115 balita di Kabupaten Ku
lon Progo menerima bantuan gizi me
lalui program InJourney Airports Pangan Berdaya Tahun 2026. Program yang digelar PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam meningkatkan status gizi anak sekaligus mendukung upaya penurunan stunting di wilayah sekitar bandara.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp100 juta. Bantuan tersebut mencakup Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan, suplemen multivitamin, edukasi gizi bagi orang tua atau wali, serta bantuan ayam petelur yang akan dikelola kader kesehatan setempat.
General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Muhammad Thamrin, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 2 tentang Tanpa Kelaparan.
“Program PMT Pemulihan bagi balita yang memerlukan tambahan gizi merupakan bagian dari program InJourney Airports Pangan Berdaya berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Pilar Sosial Prioritas TPB 2 (Tanpa Kelaparan), dengan tujuan untuk menurunkan angka kekurangan gizi, baik stunting maupun wasting,” jelas Thamrin.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Aula Kalurahan Pleret, Kapanewon Panjatan, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kulon Progo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Ketua Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Kabupaten Kulon Progo, Panewu Panjatan, Kepala Puskesmas Panjatan II, serta Lurah Pleret.
Diberikan Selama 28 Hari
Program bantuan gizi tersebut tidak berhenti pada penyerahan secara simbolis. Makanan siap santap diberikan kepada 115 balita satu kali sehari selama 28 hari berturut-turut, mulai 2 hingga 29 September 2026.
Pelaksanaannya melibatkan kader kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan program tidak hanya berdampak dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan hasil yang berkelanjutan.
Thamrin menjelaskan, program Pangan Berdaya merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial Bandara Internasional Yogyakarta yang telah berjalan sejak 2012.
“InJourney Airports Pangan Berdaya merupakan wujud salah satu bantuan program tanggung jawab sosial Bandara Internasional Yogyakarta berkelanjutan yang telah dimulai pada tahun 2012 sampai dengan saat ini, sebagai bentuk nyata dan komitmen serta kepedulian perusahaan terhadap lingkungan di sekitar wilayah kerja bandara,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut diarahkan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam upaya menurunkan angka stunting.
Dorong Ketahanan Pangan Keluarga
Selain memperbaiki status gizi balita, Pangan Berdaya juga memiliki sasaran yang lebih luas, yakni meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan gizi yang tepat dan mendorong ketahanan pangan rumah tangga.
Salah satunya melalui bantuan ayam petelur kepada kader kesehatan. Bantuan tersebut diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka lebih panjang.
“Semoga dengan program berkelanjutan ini dapat turut membantu kesejahteraan masyarakat. Serta diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pola hidup sehat, melalui perbaikan kesehatan lingkungan, gizi, perilaku hidup sehat, dan kewaspadaan secara dini,” kata Thamrin.
Ia menegaskan, kesehatan anak merupakan salah satu fondasi penting bagi masa depan bangsa. Karena itu, perusahaan berkomitmen untuk terus memastikan kontribusi sosialnya memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional YIA.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap Program TJSL Kementerian BUMN, khususnya pada pilar sosial dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).
(Herman)
Belum ada komentar.