Transparan dan Produktif, BUMDES Sugih Mukti Kelola Aset Desa Mulai dari Pangan hingga Sarana Umum


KARAWANG,INFONEWS – 

Di tengah tantangan inflasi pangan global, Desa Kosambi Batu, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kepala Desa Agus Adnan melalui BUMDES Sugih Mukti mengambil langkah proaktif dalam memperkuat kedaulatan pangan tingkat desa. Tidak sekadar menjalankan program seremonial, BUMDES ini mulai mengintegrasikan budidaya teknis dengan rantai pasok strategis guna memastikan keberlanjutan ekonomi warga.

Agus Adnan menerapkan sistem tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang. Strategi diversifikasi menjadi kunci utama. Saat ini, fokus pengembangan diarahkan pada dua sektor krusial:

1​.Budidaya Ikan Sistem Bioflok: Pemanfaatan teknologi bioflok mencerminkan efisiensi lahan dan air. Secara kritis, langkah ini edukatif bagi warga dalam memahami bahwa keterbatasan lahan bukan lagi hambatan untuk produktivitas protein hewani.

2.​Pengembangan Ternak Domba: Sektor ini diproyeksikan menjadi penyokong kebutuhan daging lokal, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi para peternak di Desa Kosambi Batu,"tutur Agus kepada media pada Senin 020226.

​Satu hal yang paling tajam dalam strategi BUMDES Sugih Mukti adalah ambisinya menjadi distributor utama program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Secara ekonomi, ini adalah langkah cerdas. Dengan memposisikan diri sebagai pemasok untuk dapur MBG di wilayahnya sendiri, BUMDES berhasil memotong rantai distribusi yang panjang. Hasilnya, harga pangan lebih kompetitif, kualitas bahan baku lebih segar (dari kandang/kolam langsung ke dapur), dan perputaran uang tetap berada di dalam desa (circular economy).

Keberhasilan BUMDES seringkali terbentur pada isu akuntabilitas. Namun, BUMDES Sugih Mukti mengeklaim transparansi penuh atas aset desa. Selain sarana ketahanan pangan, BUMDES mengelola aset pendukung seperti:

-​Sarana panggung dan sistem pencahayaan (Lampu BIM).

-​Genset untuk kebutuhan energi darurat.

​Peralatan pendukung lainnya yang dapat disewa oleh masyarakat.

-​Pengelolaan aset yang akuntabel ini merupakan bentuk edukasi tata kelola organisasi bagi warga. Keberadaan aset yang "hidup" dan bisa dimanfaatkan publik membuktikan bahwa modal desa dikelola secara produktif, bukan sekadar menjadi barang inventaris yang mangkrak

Rencana ekspansi ke sektor pertanian palawija dan komoditas unggulan lainnya adalah arah yang tepat. Namun, tantangan ke depan adalah konsistensi. Agar tidak menjadi tren sesaat, BUMDES Sugih Mukti harus mampu memberikan pendampingan teknis dan jaminan pasar bagi petani lokal.

​Kemandirian pangan desa bukan hanya soal menanam, tetapi soal bagaimana hasil bumi tersebut memiliki nilai tambah (value-added) yang dirasakan langsung oleh kantong masyarakat kelas bawah.

Eghi Alam

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka