Strategi "One Village One Company": Keberhasilan Desa Mekarbuana Mengangkat Kopi Sanggabuana ke Kancah Nasional


1770027453244.jpg
Sertifikat dan Piagam Penghargaan Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Karawang Atas Peraihan Prestasi Gemilang di Tingkat Kabupaten dan Nasional

​KARAWANG,INFONEWS –

Di tengah tantangan modernisasi desa, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat muncul sebagai model percontohan pembangunan berbasis potensi lokal. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Jajimaryono, SP., MM., desa ini membuktikan bahwa Dana Desa dan program pemerintah pusat bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan mesin penggerak ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi BUMDes.

Keberhasilan paling mencolok dari Desa Mekarbuana adalah restrukturisasi rantai nilai Kopi Sanggabuana. Melalui visi One Village One Company (OVOC) yang digagas pemerintah provinsi, kopi robusta asli pegunungan Sanggabuana yang dulunya anonim kini memiliki nilai tawar tinggi.

​"Kami mengawal dari hulu ke hilir. Mulai dari penguatan kelembagaan petani, teknik budidaya, hingga standarisasi pasca-panen," ujar Haji Jajimaryono kepada wartawan, Senin 020226.

Secara edukatif, ada tiga pilar utama yang patut dicontoh oleh desa lain dalam mengelola produk unggulan:

1.​Legalitas sebagai Fondasi Kepercayaan: Mekarbuana tidak hanya menjual rasa, tapi juga kepastian hukum. Dengan kepemilikan Indikasi Geografis (Hak Paten) dari Kemenkumham, sertifikasi P-IRT, Halal, dan izin edar, produk ini siap menembus ritel modern dan pasar internasional.

2.​Peran Vital BUMDes: BUMDes Buana Mekar bertindak sebagai agregator yang memutus rantai tengkulak, sehingga peningkatan harga kopi memberikan dampak langsung pada kesejahteraan petani.

3.​Rekognisi Nasional: Prestasi sebagai Juara 3 Nasional dalam program Desa Brilian 2021 menjadi instrumen pemasaran gratis yang meningkatkan brand awareness produk lokal.

​Transparansi dan ketepatan sasaran penggunaan Dana Desa di Mekarbuana patut diapresiasi. Alokasi 20% Dana Desa untuk Ketahanan Pangan tidak dibiarkan menguap dalam proyek seremonial.

​Fokus Alokasi 2022 - 2025:

​2022-2024: Fokus pada sektor peternakan (domba) yang dikelola langsung oleh kelompok tani masyarakat.

​2025 (Proyeksi & Realisasi): Diversifikasi ke sektor perikanan melalui kerja sama dengan Balai Benih Ikan, yang kini pengelolaannya dipusatkan di bawah BUMDes untuk memastikan keberlanjutan (sustainability).

​Apa yang dilakukan Desa Mekarbuana adalah bentuk nyata dari pembangunan inklusif. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana mempertahankan konsistensi kualitas produksi di tengah permintaan yang meningkat. Digitalisasi pemasaran dan regenerasi petani muda (petani milenial) harus menjadi agenda berikutnya agar kejayaan Kopi Sanggabuana tidak berhenti di tingkat penghargaan saja.

Keberhasilan Desa Mekarbuana menunjukkan bahwa dengan kepemimpinan yang bervisi teknokratis (memahami manajemen SPMM) dan pemanfaatan regulasi yang tepat, desa mampu menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek bantuan.

Eghi Alam

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.