- Oleh Infonews871
- 02, Feb 2026
KARAWANG,INFONEWS –
Industri penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jawa Barat memasuki babak baru yang lebih kompetitif. PT Jafa Indo Corpora (JIC), raksasa P3MI yang berbasis di Kebumen, Jawa Tengah, secara resmi mengumumkan strategi ekspansi besar-besaran di wilayah Karawang, Purwakarta, hingga Cianjur.
Langkah ini bukan sekadar pembukaan kantor cabang biasa, melainkan sebuah "perang terbuka" untuk mendominasi pasar di wilayah lumbung PMI nasional. Dengan rekam jejak sebagai salah satu perusahaan terbaik versi data 2023 hingga 2025, JIC mencoba mendisrupsi pola lama penempatan tenaga kerja.
Dalam sosialisasi di Desa Jayamukti, Karawang, tepatnya dikediaman Bapak Wahyu Taqdimullah. Minggu 080226. Ade Carnita, Kepala Cabang JIC Subang yang mewakili owner Dodi Suwadi, mengungkapkan rencana pembangunan banyak kantor unit (UP3) di setiap pelosok kabupaten.
"Kami tidak ingin terpusat. Jika antusiasme di Karawang tinggi, kita bisa buka dua sampai lima kantor. Tujuannya satu: mempermudah petugas lapangan dan mempercepat proses bagi CPMI," ujar Ade.
Langkah desentralisasi ini sangat menguntungkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) karena memangkas jarak tempuh dan biaya transportasi. Namun, secara tajam kita harus melihat bahwa ekspansi masif tanpa pengawasan ketat di tingkat lokal berisiko menurunkan standar kualitas seleksi. JIC dituntut untuk tetap menjaga integritas meskipun "sayap" perusahaan tersebar hingga ke desa-desa.
Isu yang paling sensitif dalam bisnis penempatan adalah transparansi keuangan. Ade Carnita secara berani mengakui bahwa keterlambatan finansial sering kali menjadi "penyakit" di industri ini.
"Jika proses dan keuangan kita lambat, apalagi tidak sesuai janji, itu adalah kegagalan. Kita semua mencari nafkah untuk keluarga," tegas Ade di hadapan para mitra lapangan.
Janji "keuangan lancar" ini adalah strategi pemasaran yang sangat kuat untuk menarik minat Petugas Lapangan (PL/Sponsor) yang selama ini sering merasa dirugikan oleh P3MI nakal. Bagi CPMI, ini adalah harapan akan kepastian keberangkatan tanpa drama potongan atau biaya tak terduga yang mencekik.
Ekspansi JIC ini memberikan dua pelajaran penting bagi ekosistem tenaga kerja migran:
1.Fleksibilitas Tanpa Batas:
JIC menawarkan solusi bagi CPMI yang sering tertolak di perusahaan lain karena kendala usia atau ketiadaan job di negara tujuan populer seperti Hong Kong dan Malaysia. Ini adalah peluang bagi petugas lapangan untuk memberikan opsi lebih luas kepada masyarakat.
2.Kemandirian vs Pengawasan:
Rencana JIC untuk membiarkan cabang di Karawang, Cianjur, dan Purwakarta mengelola keuangan sendiri adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, proses lebih cepat; di sisi lain, integritas pusat dipertaruhkan jika kontrol di tingkat lokal longgar.
Dengan total lebih dari 40 cabang di seluruh Indonesia, klaim PT Jafa Indo Corpora sebagai yang terbaik harus dibuktikan melalui realisasi di lapangan. Keberhasilan ekspansi ini tidak akan diukur dari berapa banyak kantor yang berdiri, melainkan dari berapa banyak PMI yang berangkat secara aman, legal, dan sejahtera.
Red : Eghi Alam
Belum ada komentar.