- Oleh Infonews871
- 27, Jan 2026
KARAWANG,INFONEWS –
Penyerapan aspirasi masyarakat melalui skema Reses anggota DPRD kembali menjadi sorotan. Dalam agenda reses terbaru, Haji Erick Heryawan K.S.E anggota legislatif dari fraksi partai NasDem yang memiliki basis massa kuat di wilayah Jatisari, memaparkan laporan capaian serapan aspirasi tahun anggaran 2025 dan rencana kerja tahun 2026.
Meski terlihat sebagai keberhasilan pembangunan, paparan data ini memicu diskusi kritis mengenai pemerataan anggaran dan netralitas distribusi pembangunan di tingkat daerah.
Dalam laporannya, Haji Erick mengungkapkan bahwa total serapan aspirasi yang dikelolanya pada tahun 2025 mencapai angka signifikan, dengan konsentrasi terbesar di wilayah Jatisari mencapai Rp2,44 miliar (sekitar 67% dari total pagu aspirasi).
Berikut adalah rincian persentase alokasi kegiatan yang direalisasikan:
-Pembangunan Jalan: 52% (Prioritas Utama)
Drainase: 21%
-Sarana Peribadatan: 13%
-Sarana Air Bersih: 5%
-Event Kemasyarakatan: 3,9%
-Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni): 3,2%
Haji Erick secara terbuka menyatakan dirinya sebagai "Dewannya orang Jatisari." Pernyataan ini didasari atas garis keturunan (genealogi) politik keluarga, di mana leluhurnya merupakan tokoh-tokoh lokal (Lurah) di wilayah tersebut.
"Jatisari pasti saya prioritaskan. Ini kewajiban saya meneruskan perjuangan para leluhur," ujarnya dalam sesi reses tersebut.
Secara edukatif, pemilih perlu memahami bahwa meskipun seorang anggota dewan berangkat dari Dapil (Daerah Pemilihan) tertentu, kewajiban konstitusional mereka adalah untuk kemaslahatan seluruh kabupaten/kota, bukan hanya "mengistimewakan" tanah kelahiran atau tanah keluarga. Pengistimewaan satu wilayah secara berlebihan berisiko menciptakan ketimpangan pembangunan dengan wilayah lain yang tidak memiliki perwakilan di parlemen.
Memasuki tahun 2026, Haji Erick telah mengunci sejumlah titik pembangunan di Jati Baru, mulai dari peningkatan jalan sepanjang 300 meter, jaringan irigasi, hingga pembangunan taman seluas 200 meter persegi.
Anggota dewan ini menegaskan bahwa dirinya adalah satu-satunya perwakilan yang secara spesifik memperjuangkan Jatisari. Hal ini ia sebut sebagai bentuk "hak dan kewajiban" yang saling bertaut antara wakil rakyat dan pemilihnya.
Eghi Alam
Belum ada komentar.