Reses di Mekasari, Moch Dimyati Dorong "Ekonomi Kampung" dan Kemudahan Akses Pertanian


1770800445603.jpg

KARAWANG,INFONEWS –

Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai Gerindra, Moch Dimyati, S.E., menggelar kegiatan Reses Masa Sidang di Aula Desa Mekasari pada Rabu (11/02/2026).

Dalam pertemuan tersebut, legislator yang kini duduk di Komisi 2 tersebut menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dan daerah, terutama dalam memperkuat sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan.

​Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Mekarsari, Dede Gusnul,  jajaran aparatur desa, Ketua BPD beserta anggota, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta puluhan warga Desa Mekasari.

​Dalam sambutannya, Moch Dimyati menyampaikan bahwa reses adalah kewajiban konstitusional bagi setiap anggota dewan untuk turun langsung dari gedung parlemen menuju konstituen.

​"Undang-undang menugaskan kami untuk kembali ke tengah masyarakat. Saya hadir didampingi tim sekretariat dewan untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan Bapak dan Ibu sekalian. Kita berjuang bareng-bareng agar kebutuhan di bawah bisa terealisasi di tingkat kabupaten," ujar Dimyati.

Sebagai anggota Komisi 2 yang membidangi ekonomi dan pembangunan, Dimyati menyoroti lonjakan kuota dukungan pangan di Karawang yang kini mencapai hampir 70 ribu ton. Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, fokus utama saat ini adalah ketahanan pangan.

​Kemudahan Pupuk:

Dimyati menjamin kemudahan akses pupuk bagi petani. "Sekarang cukup dengan KTP sudah bisa. Jika masih ada yang mempersulit, baik di tingkat dinas maupun distributor, segera lapor ke saya. Jangan sampai petani kita kesusahan," tegasnya.

2.Koperasi Merah Putih

Ia mengajak warga aktif dalam wadah ini untuk menampung UKM, sehingga bantuan modal dan pengawasan perbankan menjadi lebih mudah dan terorganisir.

​Menanggapi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dimyati menjelaskan visi besar untuk membalikkan perputaran ekonomi nasional yang selama ini berpusat di kota.

​"Pak Prabowo memiliki visi membalikkan arus ekonomi. Jika sejak tahun 70-an sekitar 70% uang berputar di pusat, sekarang kita dorong agar 60-70% kegiatan ekonomi ada di kampung-kampung. Masyarakat desa harus menjadi subjek, menjadi karyawan, dan supplier, bukan sekadar penonton," tambahnya.

​Di bawah bimbingan Kepala Desa, Pak Dede Gusnul. Desa Mekasari kini memproyeksikan peta jalan (roadmap) pembangunan 2-3 tahun ke depan. Tujuannya adalah mengintegrasikan pembangunan fisik dengan pengembangan UKM agar berjalan beriringan.

"Infrastrukturnya siap, regulasinya siap, maka UKM-nya pun akan ikut terangkat. Jika semua sudah sejalan, lembaga perbankan dan pemerintah akan lebih mudah memberikan dukungan," ungkap narasumber dalam pertemuan tersebut.

​​Sesi dialog berlangsung hangat, mencakup isu infrastruktur jalan desa hingga sarana ibadah. Dimyati menegaskan dirinya akan terus mengawal aspirasi tersebut melalui dinas terkait di Pemkab Karawang.

Pertemuan ditutup dengan ajakan untuk menjaga komunikasi yang berkelanjutan. Dimyati membuka pintu bagi warga untuk berdiskusi lebih lanjut demi kemajuan Desa Mekasari. "Saya harap Bapak dan Ibu tidak puas hari ini, supaya diskusi kita tidak berhenti di sini," pungkasnya.

Eghi Alam

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka