Pesan 1 Syuro Dari Al Zaytun, Persatuan dan Pendidikan Kunci Kemandirian Bangsa


1000891785.jpg

Indramayu – Infonews871.com-

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Ma'had Al Zaytun, Selasa (16/6/

1000891784.jpg

2026), menjadi momentum penting

1000891783.jpg

untuk memperkuat persatuan nasional dan membangun kemandirian bangsa di tengah berbagai tantangan global.

 

Mengusung tema "Memperkokoh Persatuan Demi Mewujudkan Kemandirian Bangsa dalam Menghadapi Tantangan Global", kegiatan yang berlangsung di Masjid Rahmatan Lil 'Alamin itu dihadiri ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, pejabat TNI, mahasiswa, hingga tamu dari dalam dan luar negeri.

 

Ketua Panitia, Eji Anugrah Romadhon, menjelaskan bahwa tema tersebut lahir dari pemikiran besar Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Menurutnya, kemandirian Indonesia hanya dapat diwujudkan melalui pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan zaman.

 

Sejumlah narasumber menegaskan bahwa persatuan merupakan modal utama bangsa untuk menghadapi tantangan ekonomi, teknologi, sosial, hingga geopolitik global. Pendidikan, penguatan sumber daya manusia, ketahanan pangan, dan inovasi menjadi faktor strategis dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri.

 

Dari kalangan lintas agama, para tokoh menyoroti pentingnya menjaga toleransi, memperkuat kerukunan, dan merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Mereka menilai persatuan tidak cukup menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

 

Puncak acara ditandai dengan Pidato 1 Syuro yang disampaikan Ketua Yayasan Pesantren Indonesia, Datuk Sir Imam Prawoto. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa pendidikan berasrama yang terintegrasi dengan penguatan karakter, nasionalisme, ilmu pengetahuan, dan kemandirian ekonomi merupakan salah satu solusi untuk mempercepat kemajuan Indonesia.

 

Selain itu, berbagai program ketahanan pangan yang dikembangkan Al Zaytun juga dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kedaulatan dan kemandirian bangsa berbasis pendidikan serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

 

Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Al Zaytun tidak sekedar menjadi perayaan pergantian tahun baru Islam, tetapi juga menjadi ruang refleksi kebangsaan, penguatan toleransi, serta peneguhan komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu, mandiri, dan berdaya saing di tingkat global.

(Herman)

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka