- Oleh Infonews871
- 14, Jul 2026
BANJARNEGARA INFONEWS TERKINI
Kerajinan tikar pandan tradisional yang berada di dusun Mawangi desa Somawangi kec Mandiraja adalah merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi identitas masyarakat setempat.
Ironisnya kerajinan tersebut di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, para pengrajin membutuhkan dukungan berupa edukasi,pelatihan, dan pendampingan dari pihak terkait agar mampu meningkatkan kualitas serta daya saing produk anyaman tikar tradisional.
Pelatihan yang dibutuhkan oleh para pengrajin meliputi peningkatan keterampilan produksi, pengembangan desain, maupun inovasi motif, diversifikasi produk, hingga teknik dalam pengemasan serta pemasaran digital.
Dengan bekal tersebut, maka diharapkan agar pengrajin tidak hanya mengandalkan karyanya memproduksi tikar tradisional, akan tetapi juga mampu menciptakan berbagai produk anyaman lainya yang memiliki nilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Berbagai program pembinaan di sejumlah daerah menunjukkan bahwa pelatihan desain, inovasi produk, dan pengembangan kualitas mampu meningkatkan nilai jual kerajinan anyaman pandan serta membuka peluang pasar yang lebih luas.namun, sangat miris di wilayah Banjarnegara sejumlah pengrajin tikar tradisional ini tak tersentuh pembinaan maupun pelatihan dari pihak pihak terkait yang ada di lingkungan Pemkab Banjarnegara.
Selain peningkatan keterampilan, dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak swasta sangat diperlukan dalam penyediaan pelatihan yang berkelanjutan.
Akses permodalan, maupun promosi, serta pemasaran melalui platform digital sangat diperlukan sehingga langkah ini dapat membantu para pengrajin dalam memperluas jaringan pemasaran hingga tingkat regional maupun nasional.
Masyarakat Dusun Mawangi desa Somawangi Mandiraja Banjarnegara saat ditemui wartawan pada Jum'at (17/7/2026) hampir rata rata mengungkapkan harapannya agar kerajinan tikar pandan tradisional duduk Mawangi dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya tradisional, yang berkembang menjadi produk unggulan desa yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda, "terangnya.
Melalui kolaborasi dari berbagai pihak, maka pengrajin tikar pandan tradisional Dukuh Mawangi diharapkan dapat semakin siap menghadapi persaingan pasar dengan produk yang berkualitas, inovatif, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi."pungkasnya
Masih disekitar dusun Mawangi, sjumlah warga sekitar pun berharap agar kerajinan ini dapat dilestarikan dan mendapatkan perhatian dari pihak terkait, di Banjarnegara.
Menyikapi hal ini maka diharapkan agar pihak terkait di Banjarnegara Untuk dapat selalu memperhatikan para pengrajin ini, dan jangan dibiarkan karya tradisional ini punah akibat tidak adanya kepedulian dari pihak pihak terkait
Hingga berita ini diterbitkan sementara belum ada tanggapan dari pihak pihak terkait, dalam hal pengembangan karya anak desa khususnya tikar dari bahan daun pandan ini.
Red : Madya
Belum ada komentar.