Delapan Siswi MTS Tenggelam di Mata Air Cihaniwung Garut, Satu Meninggal Dunia


Delapan Siswi MTS Tenggelam di Mata Air Cihaniwung Garut, Satu Meninggal Dunia

Garut – infonews terkini- Delapan siswi Madrasah Tsanawiyah (MTS) di Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilaporkan tenggelam saat berada di kawasan mata air Cihaniwung, Kampung Cibolang, Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Kamis (16/7/2026) siang. Dalam peristiwa tersebut, satu siswi dinyatakan meninggal dunia, sementara tujuh siswi lainnya berhasil diselamatkan.

Peristiwa tragis itu terjadi ketika rombongan siswi memasuki area mata air yang ternyata memiliki kedalaman cukup ekstrem. Diduga para korban tidak mengetahui kondisi dasar mata air sehingga beberapa di antaranya tenggelam.

Salah seorang korban selamat, Azkia, mengaku sebelumnya rombongan siswa laki-laki sempat berenang di lokasi tanpa kendala. Namun saat giliran siswi perempuan masuk ke dalam air, insiden nahas terjadi karena sebagian besar dari mereka tidak memiliki kemampuan berenang.

«"Sebelumnya para murid laki-laki, terus pas siswi perempuan tidak tahu mata air dalam. Saya selamat karena ada yang narik, tidak tahu siapa yang narik," ujar Azkia.»

Seluruh korban segera dievakuasi oleh warga dan petugas ke Klinik Cidatar untuk mendapatkan penanganan medis. Dari delapan korban, tujuh berhasil diselamatkan, sedangkan satu siswi meninggal dunia.

Petugas Identifikasi (Inafis) Polres Garut bersama personel Polsek Cisurupan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di sekitar lokasi mata air.

Kapolsek Cisurupan, AKP Julius, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian, termasuk mendalami apakah kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

«"Informasi awalnya ada yang tenggelam di mata air, siswi dari MTS. Korban selamat tujuh siswi, dan yang meninggal satu orang," ujar AKP Julius.»

Saat ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk guru pendamping dan panitia kegiatan penjelajahan. Penyidik juga masih mengumpulkan keterangan guna memastikan kronologi lengkap serta mengevaluasi aspek keselamatan dalam kegiatan tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat masih belum dipastikan apakah kegiatan penjelajahan tersebut merupakan bagian resmi dari MPLS atau kegiatan di luar agenda sekolah. Polisi mengimbau seluruh penyelenggara kegiatan luar ruang agar mengutamakan aspek keselamatan serta melakukan survei lokasi sebelum membawa peserta didik ke kawasan yang berpotensi membahayakan.

Red by innews 


1 Komentar :