- Oleh Infonews871
- 19, Aug 2026
BOGOR-INFONEWS TERKINI.
Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bogor menggelar Aksi Demonstrasi di depan Kantor Pemda dan Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Pada Senin, (31/08/2026).
Massa aksi tidak hanya bertahan di depan Gerbang utama, tetapi juga masuk ke dalam Gedung DPRD Kabupaten Bogor untuk menemui Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris DPRD. Namun, karena Pimpinan Dewan tidak berada ditempat, Mahasiswa juga menolak Perwakilan DPRD yang menemui Massa, Mahasiswa melanjutkan Aksi menuju Kantor Sekretariat Daerah (Sekda).
Di Sekretariat Daerah, Massa diterima langsung oleh Sekda Kabupaten Bogor, (Ajat Rochmat Jatnika) Dalam pertemuan tersebut , HMI Bogor menyampaikan tujuh poin tuntutan utama.
1.Dukungan terhadap KPK, mendesak Pemkab Bogor untuk bersikap Kooperatif dan transparan dalam mendukung proses penyidikan oleh KPK.
2.Pernyataan resmi Pimpinan Daerah, Mendesak Bupati Bogor, Wakil Bupati, dan Sekda kabupaten Bogor untuk membuat pernyataan Resmi secara terbuka terkait dugaan Korupsi Upah pungut dan pengadaan barang.
3.Transparansi dan akuntabilitas, menuntut transparansi, integritas, dan Akuntabilitas dari Pimpinan Daerah kepada Masyarakat dalam proses penyidikan kasus tersebut.
4.Audit dana Upah pungut dan penelusuran menyeluruh terhadap dana upah pungut, mulai dari dasar pemberian, besaran, mekanisme, distribusi, daftar penerima, hingga indikasi pemotongan dan aliran dana.
5.Mendesak Pembenahan dan Audit menyeluruh pada seluruh proses pengadaan barang / jasa di Pemkab bogor, mulai dari tahap perencanaan hingga serah Terima pekerjaan.
6.Mendesak Pemulihan dan pengembalian seluruh kerugian keuangan Daerah/ Negara untuk kepentingan Masyarakat sesuai mekanisme legal.
7.Mengusut Potensi konflik kepentingan antara Pejabat Pengadaan, penentu spesifikasi kebutuhan, dan pihak Penyedia barang /jasa.
Itulah Tujuh Tuntutan yang diminta dari massa Aksi HMI Bogor kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.
Red (Ag).
Belum ada komentar.