- Oleh Infonews871
- 27, Apr 2026
BOGOR - Infonews Terkini.
Bagaimana tidak, pembangunan gedung KMP di daerah tersebut mengakibatkan kebanjiran yang dirasakan oleh beberapa rumah warga perumahan setempat, akibat tidak dibangunnya sodetan disekitaran proyek yang diketahui dikerjakan oleh pihak ketiga yakni PT Agrinas Pangan Nusantara selaku kontraktor pengerja pembangunan.
Menurut salah satu warga terdampak, Harun (34) mengaku, sangat kecewa atas pembangunan Gedung KMP di sekitaran tempat tinggalnya, karena mengakibatkan air masuk kerumahnya.
“Saya tidak menolak bahkan mendukung program nawacita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Gedung KMP disetiap desa maupun kelurahan di seluruh Indonesia. Namun, saya menyesalkan dengan pembangunan gedung KMP diwilayah kami ini karena pelaksana pengerja proyek diduga tidak membuat sodetan atau saluran air disekitaran gedung KMP tersebut sehingga saat hujan deras turun memicu air langsung jatuh kebawah tepat dimana kami tinggal,” ujar Harun, pada Kamis (30/04/26).
Ia menyebut, bila tempat tinggalnya kebanjiran akibat diduga semenjak adanya pembangunan Gedung KMP yang dibangun tanpa adanya sodetan air, sehingga rumah yang ia tinggali bersama keluarganya ini kebanjiran sampai tiga kali.
“Lihat saja video rumah saya kebanjiran, ini sudah ketiga kalinya. Dan ini yang paling parah karena air yang jatuh dari atas dengan intensitas hujan cukup besar membuat rumah kami kebanjiran yang amat sangat parah untuk ketiga kalinya, bahkan juga terjadi dideretan rumah warga lainnya disini, bisa ditanyakan ketua RT setempat berapa rumah yang kebanjiran akibat dampak pembangunan gedung KMP oleh pihak ketiga tersebut,” ungkap dia dengan nada mengeluh.
Menurut Harun, dirinya beserta keluarga dari awal adanya pembangunan gedung KMP di wilayahnya sangat mendukung karena akan mendongkrak perekonomian masyarakat Desa Cilebut Timur, meskipun pihak kontraktor tidak adanya sosialisasi maupun meminta persetujuan ijin warga dari masyarakat yang terdampak.
“Saya pribadi dan istri dari awal sangat setuju adanya pembangunan gedung KMP ini, karena pembangunannya persis berdekatan dengan tempat tinggal kami. Tapi kalau dampaknya begini memicu banjir ditempat tinggal kami bahkan sampai tiga kali, tentu kami sangat kecewa dan menyesalkan, mengapa pihak PT Agrinas selaku kontraktor pengerja tidak berikut membangun sodetan disetiap sisi bangunan yang ia bangun tersebut,” tegasnya.
“Alhasil air masuk kebagian dapur rumah kami dan banjir bandang. Padahal yang saya tahu ini dibangun dengan menelan anggaran negara senilai Rp 1,6 miliar,” tambah Harun.
Ia berharap, dengan adanya aspirasi ini pihak pengerja yakni PT Agrinas maupun pihak penanggung jawab proyek dapat menyerap dan melaksanakan keluhan dengan membangun sodetan yang cukup secepatnya.
“Sehingga jika hujan deras turun, rumah kami tidak kebanjiran lagi seperti sekarang ini,” tandasnya.
Sementara itu, Awak Media masih berupaya untuk mengkonfirmasi pihak PT Agrinas selaku pengerja proyek pembangunan Gedung KMP di wilayah Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, hingga berita ini ditayangkan.
Red (Ag).
Belum ada komentar.