Musyawarah Desa Cikahuripan, Laporan Realisasi APBDes, Warga Langsung Memberikan Masukan Dan Tuntutan Infrastruktur Diwilayah Desa Cikahuripan.


[Musyawarah Desa Cikahuripan, Laporan Realisasi APBDes, Warga Langsung Memberikan Masukan Dan Tuntutan Infrastruktur Diwilayah Desa Cikahuripan.]

BOGOR-INFONEWS TERKINI.

1002827187.jpg

Transparansi APBDes Dibuka, Warga Langsung "Serbu" Usulan! Musdes Cikahuripan Dibanjiri Tuntutan Perbaikan Jalan, Jembatan dan Drainase Transparansi pengelolaan keuangan desa bukan sekadar slogan. Hal itu terlihat dalam Musyawarah Desa (Musdes) Laporan Realisasi APBDes Semester I Tahun Anggaran 2026 yang digelar Pemerintah Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jumat (17/7/2026).

Namun, di balik pemaparan laporan anggaran, forum tersebut berubah menjadi ruang kritik dan harapan masyarakat. Puluhan aspirasi mengalir deras dari para kepala dusun, ketua RW, ketua RT hingga tokoh masyarakat yang mendesak pemerintah desa mempercepat pembangunan infrastruktur yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah.

Perbaikan jembatan, peningkatan jalan lingkungan, hingga pembangunan drainase menjadi tuntutan utama warga agar segera masuk dalam skala prioritas pembangunan desa.

Musdes yang berlangsung di Aula Kantor Desa Cikahuripan dihadiri Kasi Pemerintahan Kecamatan Klapanunggal Harry, Sekretaris Desa Cikahuripan Encin, Ketua BPD Dwi Suprapto, Pendamping Desa Darso dan Aceng, unsur BUMDes, LPM, para kepala dusun, ketua RW, ketua RT, perangkat desa, serta berbagai elemen masyarakat.

Agenda utama adalah penyampaian Laporan Realisasi APBDes Semester I Tahun 2026 yang mencakup penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), Bantuan Keuangan (Bankeu), dan Bantuan Provinsi (Banprov).

Dalam paparannya, Sekretaris Desa Cikahuripan Encin menegaskan bahwa laporan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa terhadap prinsip keterbukaan dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.

Ia menjelaskan, berbagai program pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat telah direalisasikan sesuai tahapan yang direncanakan. Sementara beberapa kegiatan lainnya masih menyesuaikan proses administrasi, kesiapan anggaran, dan tahapan pelaksanaan.

"Laporan ini kami sampaikan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat mengenai penggunaan anggaran desa. Program yang sudah berjalan kami laporkan, begitu pula kegiatan yang belum terlaksana agar menjadi bahan evaluasi bersama," ujar Encin.

Usai pemaparan, suasana Musdes semakin dinamis. Satu per satu perwakilan wilayah menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Mayoritas usulan mengarah pada kebutuhan dasar yang dianggap mendesak, seperti pembangunan dan perbaikan jembatan, peningkatan kualitas jalan lingkungan, serta normalisasi dan pembangunan drainase untuk mengurangi genangan yang kerap dikeluhkan warga.

Menurut peserta Musdes, pembangunan infrastruktur yang merata akan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, keselamatan warga, dan kualitas pelayanan di lingkungan desa.

Ketua BPD Desa Cikahuripan Dwi Suprapto menegaskan, Musdes bukan hanya forum penyampaian laporan keuangan, tetapi juga menjadi sarana pengawasan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan desa.

"Setiap penggunaan anggaran harus diketahui masyarakat. Aspirasi yang disampaikan hari ini menjadi evaluasi bersama agar pembangunan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga," tegasnya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Klapanunggal Harry mengapresiasi pelaksanaan Musdes yang berlangsung terbuka, partisipatif, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Ia menekankan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik merupakan fondasi utama dalam tata kelola pemerintahan desa yang baik.

"Musdes menjadi forum evaluasi bersama. Pemerintah desa harus mampu menyusun skala prioritas agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang maksimal," katanya.

Musyawarah berlangsung hangat, terbuka, dan penuh dialog konstruktif. Berbagai masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan penyusunan prioritas pembangunan pada tahapan anggaran berikutnya.

Bagi warga Desa Cikahuripan, Musdes bukan sekadar agenda tahunan atau formalitas administratif. Forum ini menjadi bukti bahwa masyarakat ingin setiap rupiah dana desa dikelola secara transparan, tepat sasaran, dan benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan yang dapat dirasakan langsung.

Kini harapan masyarakat tertuju pada langkah nyata pemerintah desa. Aspirasi mengenai perbaikan jalan, jembatan, drainase, dan infrastruktur lainnya diharapkan tidak berhenti sebagai catatan rapat, melainkan diwujudkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh warga Desa Cikahuripan.

Red (Ag). 


0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka