- Oleh Infonews871
- 01, Jul 2026
JAKARTA-INFONEWS TERKINI.
Pemerintah berencana mengintegrasikan sekitar 54 ribu fasilitas layanan kesehatan desa, mulai dari puskesmas pembantu (pustu) hingga puskesmas desa (puskesdes), ke dalam sistem Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp700 miliar pada 2025 untuk membangun 700 gedung baru. Selain itu, sekitar 6.000 fasilitas kesehatan desa yang rusak juga akan direhabilitasi guna memperkuat layanan kesehatan di tingkat desa.
Program tersebut telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan disebut telah mendapat persetujuan pendanaan. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan lahan, bangunan, serta regulasi pendukung.
Melalui skema ini, masyarakat tetap dapat menikmati layanan kesehatan gratis untuk program pemerintah seperti pemeriksaan kesehatan dasar, pengobatan tuberkulosis (TBC), hingga HIV. Sementara layanan umum seperti pemeriksaan ringan dan pembelian obat akan dikenakan tarif terjangkau.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan operasional, tenaga kesehatan dari APBD, modal awal obat-obatan dari APBN, serta pelatihan tenaga kesehatan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) agar layanan dapat berjalan optimal.
Menurut Budi, integrasi ini memungkinkan fasilitas kesehatan yang sudah ada langsung beroperasi sebagai unit usaha apotek dan klinik desa di bawah Kopdes Merah Putih tanpa harus membangun dari awal.
Saat ini, sebagian besar dari 54 ribu fasilitas tersebut telah memiliki tenaga kesehatan seperti perawat atau bidan. Pemerintah tinggal melengkapi kebutuhan lain, termasuk penambahan tenaga apoteker agar pelayanan obat semakin maksimal.
Pemerintah berharap integrasi layanan kesehatan dengan koperasi desa tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan obat-obatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Red (Ag).
Belum ada komentar.