Mengenang Peristiwa Heroik 14 Februari 1946 di Manado GPPMP DIY, Indonesia Timur Tegak Bersama NKRI


Yogyakarta —Infonews871.com-

Peristiwa heroik 14 Februari 1946 di Manado, Sulawesi Utara, menjadi bukti nyata perlawanan rakyat Indonesia Timur terhadap upaya kolonialisme Belanda pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Peristiwa yang dikenal sebagai Peristiwa Merah Putih Manado tersebut menegaskan kesetiaan rakyat Sulawesi Utara kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Peristiwa Merah Putih, Ketua Gerakan Perjuangan Merah Putih (GPPMP) DPD Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan bahwa perjuangan rakyat Manado merupakan bagian penting dari sejarah nasional yang tidak boleh dilupakan.

“Peristiwa 14 Februari 1946 di Manado adalah bukti bahwa semangat kemerdekaan hidup dan menyala di seluruh penjuru Nusantara, termasuk Indonesia Timur. Ini menegaskan bahwa NKRI diperjuangkan bersama, dari Sabang sampai Manado,” ujar Ketua GPPMP DPD DIY dalam pernyataannya, jumat ( 6/2/26).

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda melalui NICA berupaya kembali menguasai wilayah Indonesia, termasuk Manado. Situasi tersebut memicu perlawanan rakyat bersama para pemuda dan pejuang lokal yang menolak kembalinya penjajahan.

Pada 14 Februari 1946, rakyat Manado melakukan perlawanan terbuka dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di sejumlah titik strategis kota. Aksi tersebut disertai penyerangan terhadap pos-pos Belanda serta perebutan senjata sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme.

Perlawanan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda Minahasa, tokoh-tokoh nasionalis daerah, hingga mantan anggota KNIL yang berpihak kepada Republik Indonesia. Meski menghadapi keterbatasan persenjataan, semangat juang para pejuang tetap berkobar demi mempertahankan kemerdekaan.

Akibat perlawanan tersebut, Belanda melakukan tindakan represif dengan menangkap, mengasingkan, dan menindak para pejuang. Sejumlah pejuang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan. Namun, peristiwa ini meninggalkan warisan sejarah yang kuat bagi perjuangan bangsa Indonesia.

Ketua GPPMP DPD DIY menambahkan bahwa nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda.

“HUT ke-80 Peristiwa Merah Putih Manado menjadi momentum penting untuk menanamkan kembali nilai nasionalisme, persatuan, dan keberanian kepada generasi penerus bangsa agar tidak melupakan sejarah perjuangan kemerdekaan,” tegasnya.

Peristiwa Merah Putih Manado hingga kini dikenang sebagai simbol perlawanan dan persatuan rakyat Indonesia Timur dalam mempertahankan kedaulatan bangsa, sekaligus menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan bersama seluruh rakyat di berbagai daerah. ( Herman)

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka