Komitmen Atasi Sampah, PKBS se-Kota Bandung Hadiri Launching GAS LAH


IMG-20260127-WA0011.jpg

Bandung, InfoNews-

Sesuai surat instruksi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, dan komitmen bersama atasi permasalahan sampah diseluruh kawasan wilayah Kecamatan sampai Kelurahan.

Seluruh Pendamping Kawasan Bebas Sampah (PKBS) se-Kota Bandung menghadiri giat rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 sekaligus  launching Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (GAS LAH).

Para Pendamping Kawasan Bebas Sampah (PKBS) se-kota Bandung sudah mulai berdatangan sejak jam 6.00 WIB pagi hari di alun-alun Ujung Berung, sebagai lokasi dilaksanakannya launching Petugas GAS LAH.

Pemkot Bandung resmi meluncurkan Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (GAS LAH) di Alun-Alun Ujungberung, Senin, 26 Januari 2026. 

Kepada awak media InfoNews, ditemui ditempat terpisah pada salah satu rumah makan dikawasan Pasir Kunci, Pasir Jati, Uber. Salah seorang PKBS Ahmad Media menuturkan bahwa para petugas GAS LAH ini nantinya akan ditempatkan dan disebar pada 1596 kelurahan yang ada dikota Bandung.

"Para Gaslah ini nantinya punya tugas untuk memilah sampai mengolah sampah organik warga, mereka akan disebar diseluruh RW dikota Bandung," jelas Medoi pangggilan akrabnya.

Lebih lanjut Medoi yang merupakan Korcam PKBS Kecamatan Babakan Ciparay, menjelaskan bahwa dengan keberadaan GAS LAH ini diharapkan akan membantu keberadaan PKBS selama ini diwilayah sehingga perannya lebih maksimal.

Usai launching acara GAS LAH , Para PKBS melakukan langkah gercep dengan langsung melakukan rapat konsolidasi lintas antar PKBS se-Kota Bandung untuk membahas program kerja dan skema GAS LAH diwilayah. Hadir sebanyak 20 orang PKBS yang mewakili wilayah Kecamatan.

Dalam pembukaannya Wali Kota Bandung M. Farhan mengatakan peluncuran Gaslah dipercepat karena kondisi darurat pengelolaan sampah yang kini sedang dialami Kota Bandung dengan pembatasan kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Farhan menyebut, Pemkot Bandung akan berusaha keras untuk menangani permasalahan sampah. Ia memilih akan konsen pada pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga dan tingkat RW.

Menurutnya, melalui program GAS LAH ini, Pemkot Bandung, melalui DLH akan merekrut sebanyak 1.596 petugas yang akan ditempatkan diseluruh wilayah dengan skema satu orang untuk satu RW.

"Para petugas memiliki tugas utama memastikan sampah rumah tangga telah terpilah antara organik dan non-organik sejak dari sumbernya," ungkapnya.

Lebih lanjut Farhan menginformasikan, bahwa saat ini petugas GAS LAH masih dalam proses tahap persetujuan akhir dari DLH Kota Bandung dari sekitar 1641 pendaftar petugas, dan sudah dinyatakan lolos ada sekitar 300 petugas.

Ia mengungkapkan, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti saat ini berada dalam status sangat kritis. Peringatan tersebut, kata dia, disampaikan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Darto menjelaskan, Gaslah bertujuan mendorong kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, menyediakan layanan pengumpulan dan pengolahan sampah organik secara berkelanjutan, mengurangi volume sampah ke TPS dan TPA, serta memperkuat kawasan bebas sampah.)Aher

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka