- Oleh Infonews871
- 23, May 2026
Kisah Pilu PMI Asal Salem Purwakarta, Hampir Meregang Nyawa di Arab Saudi, Kasus Ditangani Unit PPA Polres Purwakarta
Purwakarta — 21/5/26 h 1qKisah memilukan dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial YLI, warga Salem, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. YLI diduga diberangkatkan secara unprosedural ke Arab Saudi oleh sponsor berinisial Umi E asal Wanayasa, Purwakarta.
Menurut keterangan keluarga, selama bekerja di Arab Saudi kondisi kesehatan YLI terus menurun hingga mengalami sakit serius. Namun saat berada di negeri orang, korban disebut tidak mendapatkan perhatian maupun bantuan dari pihak sponsor yang memberangkatkannya.
“Selama sakit di Arab Saudi, istri saya seperti ditelantarkan. Tidak ada perhatian dan tidak ada tanggung jawab dari sponsor,” ungkap Iyus, suami korban.
Kondisi YLI semakin memprihatinkan hingga akhirnya teman-teman sesama pekerja migran berinisiatif mengumpulkan biaya untuk membantu pemulangan korban ke Indonesia.
Setibanya di tanah air, YLI harus menjalani perawatan medis intensif dan beberapa kali keluar masuk rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban divonis mengalami pembengkakan jantung yang diduga dipicu oleh kondisi kerja dan keterlambatan penanganan selama berada di luar negeri.
Keluarga mengaku kecewa terhadap sponsor yang dinilai lepas tangan atas penderitaan korban. Hingga saat ini, sponsor berinisial Umi E disebut belum pernah datang menjenguk ataupun menunjukkan itikad baik kepada keluarga korban sejak pemulangan YLI ke rumahnya.
Iyus berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat menindak tegas sponsor nakal yang diduga memberangkatkan pekerja migran secara ilegal dan mengabaikan keselamatan pekerja migran.
“Kami berharap ada proses hukum agar kejadian seperti ini tidak terulang kepada warga lainnya,” tegas Iyus.
Saat ini, kasus tersebut dikabarkan tengah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Purwakarta guna dilakukan pendalaman lebih lanjut terkait dugaan pemberangkatan pekerja migran secara nonprosedural serta dugaan penelantaran terhadap korban.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi. Pemerintah juga diharapkan memperketat pengawasan terhadap praktik pemberangkatan pekerja migran ilegal yang masih marak terjadi di daerah.
Red by innewsqq
Belum ada komentar.