- Oleh Infonews871
- 24, May 2026
KARAWANG,INFONEWS —
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Perumdam Tirta Tarum Kabupaten Karawang yang ke-39 menjadi panggung penegasan komitmen pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Hadir langsung dalam perayaan tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati H. Maslani, menegaskan visi besar tata kelola air yang inklusif di wilayahnya.
Dalam sambutannya, Bupati Aep Syaepuloh mengusung tema besar: "Mewujudkan Layanan Berkeadilan Menuju Karawang yang Maju, Sehat, dan Lestari." Sebuah tema yang dinilai publik sebagai tamparan sekaligus tantangan bagi jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut untuk berbenah.
"Kita memahami bahwa air minum menjadi prinsip utama yang terus kami pegang. Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal, tidak boleh ada wilayah di Kabupaten Karawang yang terabaikan untuk dilayani," tegas H. Aep Syaepuloh, Senin (25/5/2026).
Pernyataan tegas Bupati mengenai "layanan berkeadilan" dan "tidak boleh ada wilayah yang terabaikan" adalah angin segar bagi masyarakat. Namun, bagi para pengamat kebijakan publik, pernyataan ini harus dikawal ketat dengan indikator kinerja yang terukur (KPI).
Karawang, yang dikenal sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia, ironisnya masih menghadapi ketimpangan akses air bersih. Wilayah Karawang Selatan dan daerah pesisir utara (Utara Karawang) kerap kali menjadi daerah yang paling rentan mengalami krisis air bersih, terutama saat memasuki musim kemarau atau saat terjadi pencemaran sumber air baku di Sungai Citarum.
Secara edukatif, komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang ini sangat krusial jika dikaitkan dengan program nasional penekanan angka stunting (tengkes).
Akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi yang layak berkontribusi hingga 60% dalam keberhasilan pencegahan stunting. Ketika sebuah wilayah terabaikan dari layanan air bersih, anak-anak di wilayah tersebut rentan terkena penyakit water-borne (penyakit yang ditularkan melalui air) seperti diare kronis, yang mengganggu penyerapan nutrisi pertumbuhan mereka.
Oleh karena itu, visi Karawang Sehat tidak akan pernah tercapai tanpa reformasi total di tubuh Perumdam Tirta Tarum dalam menjaga higienitas dan kontinuitas pasokan airnya.
Memasuki usia hampir kepala empat, Perumdam Tirta Tarum tidak bisa lagi menggunakan cara-cara konvensional. Transformasi digital, penurunan angka kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW), dan perlindungan sumber air baku harus menjadi prioritas utama.
Komitmen duet kepemimpinan Aep Syaepuloh dan Maslani ini kini dinanti pembuktiannya. Masyarakat Karawang tidak butuh sekadar janji manis di hari jadi, melainkan kucuran air bersih yang mengalir tanpa henti hingga ke kerumah-rumah mereka secara adil dan merata.
Nuraeni
Belum ada komentar.