- Oleh Infonews871
- 08, Apr 2026
WONOSOBO INFONEWS TERKINI
Dugaan perusakan kawasan hutan lindung kini kembali mencuat di wilayah dataran tinggi Dieng. Aktivitas mencurigakan dilaporkan terjadi di kawasan hutan lindung petak 9 yang masuk wilayah Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Informasi yang dihimpun oleh beberapa awak media pada Jumat, (8/4/2026). bahwa di lokasi tersebut mengungkap adanya indikasi kerusakan hutan yang diakibatkan oleh adanya aktivitas pembukaan jalur lintasan jeep wisata. Kegiatan ini diduga dilakukan menggunakan alat berat jenis excavator.
Saat melakukan penelusuran, tim investigasi pelestarian hutan lindung menemukan jejak bekas cakaran alat berat di area hutan petak 9.
Jejak tersebut membentang sepanjang kurang lebih 25 meter dengan ketinggian mencapai sekitar 170 meter, serta terlihat jelas adanya lintasan off-road yang diduga digunakan untuk wisata jeep.
Di lokasi yang tidak jauh dari titik temuan, seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya. saat di temui wartawan mengungkapkan bahwa aktivitas alat berat memang pernah terlihat di kawasan tersebut.
Betul memang disini pernah terlihat bego (excavator) membuat lintasan jeep,
"mungkin untuk kepentingan wisata, beberapa bulan lalu sekitar akhir tahun 2025. *Kalau bulannya saya lupa,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa, "Pembukaan jalur itu diduga melibatkan penebangan pohon cemara di kawasan hutan lindung mas, "terangnya.
“Dulu juga ada pohon cemara yang dirobohkan. "Jumlah pastinya saya tidak tahu. "kalau tidak menebang pohon, memang tidak bisa membuat lintasan dan area parkir, "karena jarak antar pohon hanya sekitar 2 sampai 3 meter,” imbuhnya.
Sementara itu, Upaya konfirmasi telah dilakukan tim beberapa media ke kantor Perhutani Kedu Utara di Wonosobo.
Namun, pejabat yang berwenang, yakni Asper Perhutani, tidak berada di tempat.
Selanjutnya Awak tim beberapa media hanya ditemui oleh seorang mantri perhutani yang tidak bertugas di wilayah Dieng,
Sehingga tidak dapat memberikan penjelasan secara rinci. Dalam keterangannya, Mantri tersebut hanya menyampaikan informasi yang belum dapat diverifikasi terkait latar belakang pimpinan di wilayah tersebut, termasuk dugaan adanya kedekatan dengan kalangan pejabat.
Hingga berita ini diterbitkan dan di tayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait pihak yang bertanggung jawab atas dugaan perusakan hutan lindung di petak 9 Dataran Tinggi Dieng.
Kasus ini akhirnya menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat dan publik: "siapa sebenarnya dibalik aktor intelektual di balik rusaknya kawasan hutan lindung tersebut?
Beberapa awak media terus akan menggali informasi lebih mendalam dari rusaknya hutan lindung ini.
Red : Tim investigasi innewsTV
Belum ada komentar.