CILACAP INFONEWS TERKINI
Sikap Diskriminatif Sutanto, Direktur Bumdesma Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menuai beragam kritik negatif dan sorotan tajam dari berbagai kalangan, bahkan tidak sedikit yang berharap agar dirinya secepatnya untuk mengundurkan diri atau diberhentikan.
Pasalnya, sikapnya tersebut sebagai "Barometer" atas kepribadianya yang kerdil, egois, dan minimnya moralitas, sehingga sangat jauh dari keteladanan, mengingat bangsa ini mengalami krisis multi-dimensi dengan korupsi yang kian merajalela dan terjadi hampir di setiap lini/ tatanan birokrasi akibat minim-nya keteladan dari para pemimpin".
Makanya, dikhawatirkan dalam menjalankan tugasnya rentan atas dugaan penyalah-gunaan wewenang untuk memperkaya diri sendiri dan sekaligus merugikan uang rakyat, menyusul sudah terlalu lama dirinya menduduki jabatan tersebut, mulai dari BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa) hingga terjadi perubahan sebagai Bumdesma seperti sekarang ini.
"Sutanto berikut kedua staf-nya di Bumdesma Kecamatan Sampang (dulu BKAD), sudah terlalu lama bekerja, sehingga untuk regenerasi, penyegaran dan sekaligus sebagai upaya untuk menyehatkan organisasi/lembaga sudah waktunya untuk segera diganti, "kata H.Dahri Rahman, salah seorang tokoh masyarakat Sampang yang sekaligus Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Cilacap didampingi jajaran pengurus dan puluhan staft berikut anggotanya tatkala dikonfirmasi di kantornya (selasa, 15/2/2025) seraya menambahkan, "adapun mekanismenya, sepenuhnya saya serahkan kepada seluruh pengurus dan para Kepala Desa yang ada.
Mungkin bisa dengan cara mengundurkan diri atau dipecat dan diberhentikan sesuai Regulasi yang berlaku.
Ditegaskanya, bahwa dana Bumdesma itu merupakan uang milik seluruh warga masyarakat Kecamatan Sampang, bukan milik perorangan dan bukan milik bapak-moyangnya Sitanto, sehingga siapapun putra-putri terbaik di desa di wilayah Kecamatan Sampang mempunya hak dan kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan dan bekerja di situ.
"Jangan sampai terjadi monopoli dan selamanya hanya selalu dijabat dan dinikmati oleh Tanto berikut kedua staft-nya", karena saya yakin, ada bahkan mungkin masih banyak putra Sampang yang lain yang mempunyai kemauan dan kemampuan yang sama bahkan mungkin lebih dari mereka, "sanggahnya.
Terlebih, "H.Dahri menegaskan, semakin lama seseorang menduduki tampuk pimpinan, diyakini akan semakin piawai dirinya dalam mengutak-atik dan menilep uang anggaran menyusul lemahnya control dan pengawasan dari publik dan pejabat terkait, mengingat Bumdesma itu merupakan Badan yang mengelola uang rakyat.
Diilustrasikanya, kerbau akan semakin nyaman berjemur dalam kubangan yang kotor akibat kurangnya pengawasan dari sang "pangon", bahkan bisa dengan leluasa
mengkikis tanah baik di kiri dan kanan-nya, yang akirnya tahu-tahu kubangan itu melebar & runtuh.
Dijelaskanya bahwa GRIB Jaya Kabupaten Cilacap, siap menjadi pionir dan garda terdepan bersama seluruh rakyat Kecamatan Sampang untuk melakukan kordinasi dengan pihak terkait demi me--"resulfe"- kepengurusan Bumdesma Kecamatan Sampang.
"Bahkan bila dipandang perlu, kami akan unjuk kekuatan dengan menurunkan personil anggotanya bersama masyarakat, bilamana aspirasi ini tidak direspon, "tegasnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Heriyanto, tokoh masyarakat, pengusaha dan sekaligus Ketua PAC PP Kecamatan Sampang, tatkala dikonfirmasi di tempat kerjanya, -"Bengkel Karya Jaman Sampang" (rabu, 26/2/2025).
"Demi penyegaran dan penyehatan Bumdesma Kecamatan Sampang, maka sudah saatnya Sutanto, selaku Direktur berikut staft-nya harus dicopot/diganti, "katanya seraya menegaskan, "sebagai ketua DPC PP Kecamatan Sampang, apapun tindakan dan aksi, sepanjang demi perubahan ke arah yang lebih baik, maka pasti saya dukung, termasuk dilakukanya resulfle/pergantian Direktur dan staft Bumdesma tersebut.
Lebih lanjut Heri menegaskan jika sehubungan dana Bumdesma merupakan uang seluruh rakyat, zehingga siapapun orangnya yang merupakan warga desa di wilayah Kecamatan Sampang mempunyai hak yang sama untuk berkontribusi dalam kepengurusan di Bumdesma tersebut.
Jabatan Direktur dan staft Bumdesma tidak bisa di monopoli oleh seseprang, dan harus ada pemerataan dengan memberi kesempatan kepada orang lain.
Saya yakin masih banyak orang yang memiliki kemauan dan kemampuan yang sama bahkan lebih di bandingkan dengan Tanto dan kedua staft-nya.
"Jangan sampai berdiri dan beroperasinya Bumdesma Kecamatan Sampang hanya di nikmati oleh segelintir orang, sementara ribuan dan jutaan lainya hanya sebagai penonton dan pendengar, "tegasnya.
Sementara menurut informasi dari berbagai Nara-sumber yang berhasil dihimpun Awak Media ini diketahui, jika selama ini dalam menjalankan tugasnya Sutanto, sangat kaku, tertutup sehingga dimungkinkan berani melakukan segala tindakan yang di anggapnya benar, meski secara umum menyimpang.
"Dia itu typical pimpinan yang kaku, egois, tertutup, sehingga dimungkinkan berani melakukan tindakan yang di anggapnya benar, meski bertentangan, baik menurut umum dan kebenaran secara hukum, "kata Suwarto, Ketua Pelaksana harian.
Ditegaskanya, di dalam BKAD atau BUMDES-MA itu hanya 3 orang yang mempunyai peranan yaitu Tanto selaku Direktur dan 2 orang staff (Triyani dan Yeni), sementara pengurus yang lain hanya jadi "Penonton dan Pelengkap".
Bahkan berkaitan dengan bersaran gajinya sebagai Direktur berikut dengan kedua staft-nya, kami-pun tidak mengetahuinya.
Untuk lebih kongkritnya, "Suwarto menyarankan, "silahkan Awak Media ini mengkonfirmasi dengan para Kepala Desa mengingat dalam tiap MAD pasti dihadiri oleh 6 orang perwakilan dari masing-masing desa selaku anggota, "pungkasnya.
Red : (503L170). tim
Komentar
Belum ada komentar !