- Oleh Infonews871
- 29, Jan 2026
SUBANG,INFONEWS –
Kejahatan siber berbasis manipulasi psikologis (social engineering) kembali memakan korban. Kali ini, warga Dusun Sakurip, Desa Tanjung, Kabupaten Subang, menjadi korban penipuan bermodus "paket tertukar" yang mencatut nama besar perusahaan logistik JNE. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (30/01/2026) ini menjadi alarm keras bagi masyarakat mengenai bahaya pemindaian kode QR sembarangan.
Korban, yang dikenal dengan sapaan Mamah Nanda, awalnya menerima pesan WhatsApp dari oknum yang mengaku sebagai admin resmi JNE. Pelaku menggunakan narasi yang memicu kepanikan: data belanja daring keliru dan barang korban tertukar dengan pelanggan lain.
Dalam kondisi terdesak secara psikologis, korban diarahkan untuk mengikuti instruksi teknis guna mendapatkan kembali haknya. Di sinilah letak titik kritis penipuan tersebut:
1.Manipulasi Kepercayaan: Pelaku menggunakan identitas perusahaan ternama untuk membangun kredibilitas instan.
2.Instruksi m-Banking: Korban diminta membuka aplikasi mobile banking milik suaminya.
3.Fatalitas QR Code: Pelaku mengirimkan kode QR untuk dipindai (scanning) dengan dalih sebagai syarat pengembalian dana (refund).
"Saya diminta melakukan pemindaian (scanning) kode QR yang dikirimkan pelaku melalui aplikasi m-banking. Katanya itu syarat agar uang kembali," ungkap korban.
Hasilnya fatal. Hanya dalam hitungan detik, saldo sebesar Rp2.000.000 raib. Pelaku langsung memutus akses komunikasi dan memblokir nomor korban segera setelah dana berpindah tangan.
Kasus di Desa Tanjung ini membuktikan bahwa pelaku kejahatan siber terus berevolusi mengikuti tren teknologi. Kewaspadaan tidak lagi cukup hanya dengan menjaga dompet fisik, tetapi juga menjaga akses ke perangkat digital kita.
Eghi Alam
Belum ada komentar.