- Oleh Infonews871
- 08, Feb 2026
BOGOR - Infonews Terkini.
Di Duga Sarat Penyelewengan Anggaran Proyek Gudang Koprasi Desa Merah Putih, dinilai Program gagal, Aktivis Kabupaten Bogor angkat bicara.
Pembangunan Gudang dan Gerai Koprasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam pengelolaan dilaksanakan PT Agrinas Pangan Nusantara dengan Anggaran Rp. 1,6 Milyar. Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto) menargetkan April Tahun 2026 telah selesai di seluruh Indonesia.
Dalam Pelaksanaan Pembangunan pihak Desa terbebani dengan penyediaan lahan untuk bangunan gudang dang Gerai KDMP, tanah yang dibutuhkan seluas 1000 meter atau 700 meter dengan status Hibah, Ungkap Rommy Sikumbang kepada Infonews871. com
Dalam Pelaksanaan Pembangunan terlihat dari adanya perbedaan Anggaran di masing - masing Desa dan tidak adanya Papan Informasi kegiatan bentuk Transparansi terhadap Masyarakat. padahal Aturan jelas setiap pengelolaan Keuangan Negara itu harus mewujudkan keterbukaan terhadap Publik, Terpasang Papan Informasi di Lokasi Kegiatan, Ungkapnya.
Rommy Sikumbang Menambahkan, ada beberapa hasil Pengamatan di lapangan Penyebab Utama Potensi kegagalan KDMP.
*Risiko gagal bayar dan beban Fiskal, Berbagai macam Studi menunjukan potensi gagal bayar yang dapat membebani Pemerintah Desa dan Perbankan. serta Opportunity Cost bagi Investasi yang tidak Produktif.
*Melemahkan Ekonomi Desa, Semangat Perjuangan Ekonomi Rakyat melemah, dan Ketimpangan Ekonomi Meningkat.
*Pemangkasan Infrastruktur, Dana Desa yang dialihkan bisa mengancam pembangunan Infrastruktur Dasar Desa.
*Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) , Pengurus Koprasi yang belum berpengalaman dan Sistem Pembukuan yang masih Manual dapat menyebabkan kesalahan dan ketidaksesuaian Data.
Jadi dalam Permasalahan Pembangunan Proyek KDMP ini Seharusnya bisa lebih Transparan dalam mengelola Anggaran Negara Kepada Publik atau masyarakat Luas, Tutup Rommy Sikumbang.
Red (Athan)
Belum ada komentar.