- Oleh Infonews871
- 14, Feb 2026
SUBANG,INFONEWS –
Kebersihan bukan sekadar bagian dari iman, melainkan syarat mutlak kenyamanan ibadah, terutama menjelang lonjakan aktivitas di Bulan Suci Ramadhan. Menyikapi hal ini, Yayasan Insan Utama Sukasari menginisiasi program edukatif bertajuk "Aksi Nyata Sebar Alat Kebersihan" untuk sarana ibadah di wilayah Desa Sukasari pada Senin (16/02/2026).
Langkah ini bukan sekadar seremoni bagi-bagi logistik, melainkan sebuah respons terhadap tantangan pemeliharaan fasilitas publik yang seringkali terabaikan di tingkat akar rumput.
Program ini menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Sukasari sebagai mitra strategis. Ketua MUI Desa Sukasari, Bapak Acep Nursetia, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, sinergi antara lembaga sosial dan otoritas keagamaan diperlukan untuk memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat.
Di bawah komando Ustadz Ano selaku Penanggung Jawab Kegiatan, tim bergerak mendistribusikan paket alat kebersihan kepada para Marbot dan DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) di:
-6 Masjid Jami di wilayah Sukasari.
-22 Musholla yang tersebar di berbagai rukun tetangga.
Seringkali, bantuan menjelang Ramadhan hanya berfokus pada sembako atau santunan tunai. Namun, Yayasan Insan Utama mengambil sudut pandang yang lebih edukatif dan struktural:
1.Kesehatan Publik: Masjid dan Musholla akan menjadi titik kumpul massa selama 30 hari penuh. Tanpa sanitasi yang layak, sarana ibadah berisiko menjadi klaster penyebaran penyakit.
2.Kenyamanan Psikologis: Lingkungan yang bersih meningkatkan kekhusyukan (fokus) dalam beribadah.
3.Pemberdayaan Marbot: Memberikan alat yang layak adalah bentuk penghormatan terhadap profesi Marbot yang merupakan ujung tombak operasional rumah ibadah.
"Kami sangat terbantu. Persiapan agenda bersih-bersih rutin jadi lebih maksimal dengan alat yang baru dan lengkap. Ini memotivasi warga untuk ikut bergotong royong," ujar salah satu penerima manfaat di lokasi.
Kegiatan ini membawa pesan penting: Kesiapan Ramadhan tidak hanya soal fisik dan mental, tetapi juga soal lingkungan. Yayasan Insan Utama berharap aksi ini memicu gerakan swadaya masyarakat untuk lebih peduli pada pemeliharaan aset umat secara berkelanjutan, bukan hanya saat menjelang hari besar.
Red : Ato S
Belum ada komentar.