- Oleh Infonews871
- 24, Apr 2026
KARAWANG,INFONEWS -
Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, yang seharusnya menjadi solusi krisis air bersih, kini justru memicu persoalan baru. Setelah sempat disorot karena dugaan kebocoran bak penampung, kini warga mengeluhkan kualitas air hasil pengeboran yang terasa asin dan tidak layak konsumsi.
Berdasarkan penelusuran lapangan pada Minggu (03/05/2026), meskipun kerusakan fisik bak telah diperbaiki oleh pihak pelaksana, namun fungsi utama program untuk menyediakan air minum yang sehat dinilai gagal total.
Warga Desa Kutakarya yang menjadi penerima manfaat program ini mengaku kecewa. Rasa air yang asin membuat mereka tidak berani menggunakannya untuk keperluan minum maupun memasak. Saat ini, penggunaan air hanya terbatas untuk mandi dan mencuci pakaian.
"Airnya terasa asin. Kalau untuk masak atau minum kami tidak berani, khawatir menjadi dampak penyakit dalam jangka panjang. Harapan kami Pamsimas ini bermanfaat untuk semua kebutuhan rumah tangga, bukan sekadar air untuk cuci baju," keluh salah seorang warga setempat.
Persoalan air asin pada proyek pengeboran air tanah sering kali berakar pada lemahnya studi kelayakan atau survei geolistrik di awal perencanaan. Munculnya air asin di wilayah Kutawaluya mengindikasikan adanya intrusi air laut atau lapisan tanah yang mengandung mineral garam tinggi.
Ada beberapa poin tajam yang menjadi pertanyaan publik:
Efektivitas Survei: Apakah tim teknis dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) telah melakukan survei titik bor dengan benar sebelum anggaran diturunkan?
Standar Kelayakan: Bagaimana sebuah proyek air minum bisa dinyatakan selesai jika output airnya tidak memenuhi standar layak minum (salinitas tinggi)?
Tanggung Jawab Pengawasan: Mengapa pengawasan konsultan dan dinas terkesan "kecolongan" terkait kualitas sumber air tersebut?
Pihak konsultan pengawas, Aen, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa masalah rasa air berkaitan dengan faktor alam atau sumber mata air. Ia mengaku masih berkoordinasi dengan pihak dinas untuk mencari solusi.
"Maaf, tadi saya sedang di luar. Kami masih koordinasi dengan orang dinas bagaimana baiknya, karena ini sumbernya yang memang sudah asin. Keputusan ada di dinas, besok saya coba koordinasi lagi," ujar Aen melalui pesan singkat.
Di sisi lain, jajaran Dinas PRKP Kabupaten Karawang, baik tim survei maupun tim pengawas, cenderung bungkam. Hingga berita ini dipublikasikan, upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak mendapatkan tanggapan sedikit pun dari pihak terkait.
Air dengan kadar garam tinggi (salin) yang dikonsumsi secara terus-menerus dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius, antara lain:
Hipertensi: Kandungan natrium tinggi memicu tekanan darah tinggi.
Gangguan Ginjal: Beban kerja ginjal meningkat untuk menyaring kadar garam berlebih.
Dehidrasi Seluler: Alih-alih menghidrasi, air asin justru dapat menarik cairan keluar dari sel tubuh.
Masyarakat perlu memahami bahwa air yang bening belum tentu sehat jika parameter kimia (rasa dan kandungan mineral) tidak memenuhi standar Permenkes.
Mengedepankan asas praduga tak bersalah, munculnya masalah beruntun pada proyek Pamsimas Desa Kutakarya ini mengindikasikan adanya pelaksanaan pekerjaan yang tidak maksimal. Publik mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang, melalui Inspektorat, untuk segera melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan audit teknis ke lapangan.
Jangan sampai anggaran negara yang dialokasikan untuk kesejahteraan rakyat terbuang sia-sia hanya untuk menghasilkan fasilitas yang tidak bisa difungsikan secara optimal.
Red
Belum ada komentar.