- Oleh Infonews871
- 11, Jun 2026
Yogyakarta,Infonews871.com –
Nirwana Purnabakti menyelenggarakan Forum Group Discu
ssion (FGD) dan Seminar Inspiratif bertema “SAKTI di Masa Purnabakti: Tetap Bermakna dan Terus Berkarya Menuju Hunian yang Aman, Layak, dan Bermartabat” di Grand Diamond Hotel Yogyakarta, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan pemerintah, akademisi, praktisi kesehatan, pengembangan komunitas, hingga pelatih sumber daya manusia ini menjadi wadah diskusi mengenai pentingnya mempersiapkan masa purnabakti yang produktif, sehat, dan bermartabat.
Seminar ini digagas oleh Nirwana Purnabakti di bawah kepemimpinan Founder, Isaac Raswinarno, S.E., yang selama ini aktif mengembangkan konsep ekosistem hunian dan pemberdayaan bagi masyarakat senior serta purnabakti.
Dalam sambutannya, Isaac Raswinarno menegaskan bahwa masa purnabakti bukanlah akhir dari perjalanan seseorang, melainkan fase baru untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.
“Purnabakti bukan berarti berhenti berkarya. Justru pada fase ini pengalaman, kebijaksanaan, dan jaringan yang dimiliki para senior menjadi modal besar untuk terus berkontribusi. Nirwana Purnabakti hadir untuk membangun ekosistem yang memungkinkan para purnabakti hidup aman, sehat, produktif, dan bermartabat,” ujarnya.
Menurut Isaac, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menghadirkan model hunian dan komunitas yang mampu menjawab kebutuhan fisik, sosial, ekonomi, dan spiritual para lansia.
Yogyakarta Miliki Persentase Lansia Tertinggi di Indonesia
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang hadir sebagai pembicara utama, menyampaikan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini menjadi provinsi dengan persentase penduduk lanjut usia tertinggi di Indonesia.
“Persentase lansia di Yogyakarta mencapai sekitar 17,83 persen, tertinggi di Indonesia. Ini menjadi perhatian serius sekaligus peluang untuk membangun kota yang ramah lansia,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa angka harapan hidup perempuan cenderung lebih tinggi dibandingkan laki-laki, sehingga kebutuhan layanan kesehatan, sosial, dan hunian bagi lansia harus dipersiapkan secara matang.
Menurut Hasto, pemerintah daerah terus mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung lansia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik hingga usia lanjut.
Hadirkan Pakar Kesehatan dan Pengembangan SDM
Selain Wali Kota Yogyakarta, seminar menghadirkan sejumlah pembicara berkompeten, antara lain:
Joss Riono, pakar kesehatan masyarakat dan healthy aging.
Bebet Darmayan, Trainer SDM dan Pelatih TNI.
Diskusi dipandu oleh moderator A.A. Kunto A., LP-LNP, yang mengarahkan pembahasan mengenai strategi menghadapi masa purnabakti melalui pendekatan kesehatan, pengembangan kapasitas diri, pemberdayaan ekonomi, serta penyediaan hunian yang aman dan layak.
Membangun Ekosistem Lansia yang Bermartabat
Melalui seminar ini, Nirwana Purnabakti berharap dapat membangun kesadaran bahwa masa purnabakti harus dipersiapkan sejak dini. Para peserta diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, memperluas aktivitas sosial, serta memanfaatkan pengalaman hidup untuk tetap berkarya.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Nirwana Purnabakti dalam menghadirkan ekosistem hunian dan komunitas yang mendukung para lansia agar dapat menjalani kehidupan yang aman, nyaman, produktif, dan bermartabat.
Dengan meningkatnya jumlah lansia di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan masa purnabakti yang sejahtera dan penuh makna. (Herman)
Belum ada komentar.