- Oleh Infonews871
- 11, May 2026
JAKARTA - INFONEWS TERKINI.
Menteri Hak Asasi Manusia menyatakan aparat tidak boleh sembarangan melakukan tindakan tembak di tempat terhadap pelaku begal karena setiap penegakan hukum harus tetap mengedepankan prinsip hak asasi manusia dan prosedur hukum yang berlaku. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kasus kejahatan jalanan yang menimbulkan keresahan masyarakat di sejumlah wilayah, khususnya Jakarta dan sekitarnya.
Menanggapi hal itu, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan aksi kriminal bersenjata dan berbahaya. Kepolisian menyebut tindakan tegas terukur dapat dilakukan apabila pelaku membahayakan nyawa petugas maupun warga di lapangan. Polisi juga menekankan bahwa penggunaan senjata api tetap memiliki aturan ketat dan dilakukan sesuai prosedur operasional yang berlaku.
Perbedaan pandangan tersebut memicu perdebatan publik antara perlindungan hak asasi manusia dan kebutuhan tindakan cepat terhadap pelaku kejahatan jalanan. Sejumlah pihak mendukung pendekatan HAM agar aparat tidak bertindak berlebihan, sementara sebagian masyarakat menilai tindakan tegas diperlukan karena aksi begal dinilai semakin brutal dan mengancam keselamatan warga.
Polemik antara Menteri HAM dan Polda Metro Jaya menunjukkan adanya perdebatan mengenai batas tindakan tegas aparat terhadap pelaku begal. Di satu sisi penegakan hukum harus menghormati hak asasi manusia, namun di sisi lain aparat juga menegaskan bahwa perlindungan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam menghadapi kejahatan berbahaya di jalanan.
Red (Ag).
Belum ada komentar.