- Oleh Infonews871
- 03, Feb 2026
SUBANG,INFONEWS –
Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Pamanukan, Subang, kembali menelanjangi buruknya infrastruktur jalan di Jalur Pantura. Berdasarkan pantauan pada Kamis (12/02/2026), kerusakan masif berupa lubang-lubang dalam kini menghiasi Jalan Nasional, baik dari arah Cirebon menuju Jakarta maupun sebaliknya.
Fenomena "kolam dadakan" ini tidak hanya menghambat laju logistik nasional, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan nyawa pengendara, khususnya roda dua.
Kerusakan tidak hanya terbatas pada jalur nasional. Sejumlah ruas jalan provinsi dan jalur alternatif juga dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan. Salah satu titik terparah berada di Jalan Ion Martasasmita, jalur utama penghubung Pamanukan-Subang.
Selain permukaan aspal yang mengelupas, drainase yang buruk menyebabkan air menggenang (banjir) setiap kali hujan turun. Hal ini menciptakan efek domino: air yang meresap ke pori-pori aspal mempercepat kerusakan jalan, sementara genangan air menyembunyikan kedalaman lubang dari pandangan mata pengendara.
Secara edukatif, kerusakan jalan di Pantura saat musim hujan bukanlah fenomena baru, namun tetap menjadi persoalan yang belum tuntas. Ada tiga faktor krusial yang perlu dikritisi:
1.Kualitas Material vs Beban Kendaraan: Apakah spesifikasi aspal yang digunakan sudah sesuai dengan beban Over Dimension Over Loading (ODOL) yang melintas setiap hari?
2.Sistem Drainase: Jalan setebal apa pun akan hancur jika terendam air. Buruknya drainase di sekitar Pamanukan membuat jalan berfungsi sebagai saluran air darurat.
3.Respons Pemeliharaan: Keterlambatan perbaikan (patching) membuat lubang kecil cepat meluas menjadi lubang yang mematikan.
Bagi masyarakat yang terpaksa melintasi wilayah Pamanukan saat hujan, berikut adalah panduan keselamatan yang wajib dipatuhi:
-Kurangi Kecepatan secara Signifikan: Genangan air seringkali menipu. Lubang sedalam 15-20 cm bisa tidak terlihat saat tertutup air.
-Jaga Jarak Aman: Hindari mengekor kendaraan besar (truk/bus). Selain cipratan air yang menghalangi pandangan, Anda butuh ruang untuk bereaksi jika kendaraan di depan tiba-tiba mengerem mendadak karena lubang.
-Hindari Pinggiran Jalan: Biasanya, air menggenang lebih dalam di area bahu jalan yang konturnya lebih rendah.
-Cek Kondisi Ban: Pastikan tread (kembangan) ban masih baik untuk meminimalisir risiko aquaplaning.
Masyarakat Pamanukan dan pengguna jalan menanti tindakan nyata, bukan sekadar tambal sulam musiman. Keamanan pengguna jalan adalah mandat undang-undang yang harus dipenuhi.
Darno Dj
Belum ada komentar.