Dirjen Bimas Kristen Kemanterian Agama RI Kukuhkan 2 Profesor Dari Pendidikan Keagamaan Kristen Sebagai Guru Besar


1001027309.jpg

Yogyakarta- Infonew871.com-

 Pengukuhan Guru Besar Pendidikan Tinggi  Keagamasn Kristen dilaksanakan melalui Sidang Senat Terbuka , dipimpin Ketua Senat STT Kadesi Yogyakarta Prof.Dr. Kristian Sugiarto, Ph.D. drngan agenda tunggal Pengukuhan  2 orang Profesor dilingkungan

Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen. momen ini sangat Istimewa karena  pengukuhan ini menambah jumlah Guru Besar di Lingkungan Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen yang saat ini  berjumlah 20 orang. 

Pengukuhan dan penyematan Gordon Guru Besar  oleh Dirjen Bimas Kristen , Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr.Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd.K. bertempat di Aula STT Kadesi, Kaliurang-Sleman Yogyakarta, Kamis, (27/8/2026)

Dua Profesor yang dikukuhkan  diantaranya : 

- Pdt.Prof.Dr.Muner Daliman, MA., M.Pd.K.,M.Th., D.Th,  Bidang  Teologi Perjanjian Baru. Sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Kadesi Yogyakarta.

    - Prof.Dr.Harianto,GP. D.Th., D.Ed.Bidang Pendidikan Agama Kristen , Ketua STT  Exelcius- Surabaya.

 Orasi Ilmiah Dua Profesor :

Pdt.Prof.Dr.Muner Daliman dalam orasi Ilmiahnya yang berjudul : "Hamba Tuhan sebagai manager proaktif di Era Digital dan Tantangan Pandemi" menuturkan bahwa kepribadian  proaktif didefinisikan sebagai karakteristik individu yang mampu mempengaruhi perubahan lingkungan melalui kemampuan mengidentifikasi peluang, mengambil inisiatif, serta bertekun sampai perubahan positif terhadap lingkungan tercapai.

Individu proaktif memiliki keyakinan terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapinya.

Hamba Allah sebagai juru bicara Allah, ia merupakan manager proaktif dalam melaksanakan tugasnya,ia harus merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi tindakannya dalam rangka melaksanakan Tujuan Allah.

Hamba Allah merupakan manager proaktif Allah, dan Allah memotivasi managernya. Model pemimpin proaktif untuk pengembangan pelayanan tim berdasarkan pada pribadi yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi sekelompok orang dalam rangka mencapai tujuan bersama. ujar Ketua STT Kadesi Yogyakarta.

Sementara itu Prof.Dr.Harianto GP, D.Th.,D.Ed. dari STT Exelsius, dalam orasi Ilmiahnya berjudul : "Dari Panggilan ke identitas pelayanan Adaptif ": pengembangan model QaraKles- Diakonia dalam pembentukan Vokasi Teologis diantara Mahasiswa Seminari Teologis,  menuturkan  Penelitian ini  menegaskan bahwa formasi vokasi mahasiswa teologi merupakan proses transformasi yang tidak berhenti pada pengenalan panggilan, tetapi berkembang melalui pembentukan identitas dan aktualisasi, pelayanan dalam berbagai konteks kehidupan.

Berbasis model panggilan pelayanan QaraKles- Diakonia, penelitian ini menunjukan bahwa pangilan (Qara) merupakan  pengalaman awal yang bersifat  dinamis, yang kemudian diinternalisasi melalui proses pembentukan diri, komunitas pembelajaran teologi dan praktek pelayanan (Klesis) hingga diwujudkan dalam tindakan Diakonia yang kontekstual.tutur Ketua STT Exelcius-Surabaya.

Hasil penelitian menjawab tujuan penelitian dengan menunjukan bahwa mahasiswa teologi memasuki proses pendidikan dengan kondisi pendidikan yang beragam serta pengembangan orientasi pelayanan yang tidak hanya berpusat pada pelayanan gerejawi penuh waktu, tetapi juga mencakup pola bivokasional lintas sektor.ujarnya 

Ketua Yayasan KADESI Pdt.Dr.Timotius Sukarna,M.Th dalam sambutannya  menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar ini bukan sekadar pencapaian akademik seorang dosen. Jabatan profesor merupakan sebuah mandat sekaligus tanggung jawab besar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, menjaga integritas akademik, membimbing generasi penerus, serta memberikan kontribusi nyata bagi gereja, masyarakat dan bangsa.

"Guru besar bukan sekadar jabatan akademik. Guru besar adalah mandat, yang di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, menjaga integritas akademik, membimbing generasi penerus, serta memberikan kontribusi nyata bagi gereja dan masyarakat.

Pdt.Dr. Timotius Sukarna, M.Th. melanjutkan  pengukuhan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi  pendidikan tinggi teologi di lingkungan STPKDY dan Indonesia.

Pihak yayasan berharap pengukuhan ini tidak menjadi titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang semakin besar. Para guru besar diharapkan terus memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas akademik dan membantu mempersiapkan generasi muda.

"Melalui pengukuhan ini, ilmu semakin berkembang, generasi muda semakin diperlengkapi, gereja semakin dikuatkan, dan STPKDY semakin nyata menghadirkan kontribusinya bagi negara , gereja dan masyarakat.

Sementara itu.Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama  RI.  dalam sambutannya  menyampaikan apresiasinya yang tinggi kepada  dua Guru Besar atas pencapain jabatan fungsional yang dikukuhkan hari ini melalui pantun.

Atas nama Direktorat Jendral Bimas Kristen Kemrnteria Agara Republik Indonesia saya mengucapkan selamat atas pengukuhan Dua guru besar hari ini,  ini  merupakan pencapaian tertinggi jabatan fungsional Guru Besar Trologi. Gelar profesor merupakan kristalisasi dari konsistensi riset, ketajaman ilmiah dan intelektual, integritas moral, pengorbanan pribadi dan keluarga serta ketegaran menapaki keilmuan yang panjang penuh tantangan.

Hal ini menegaskan kedewasaan akademik dan mutu kelembagaan yang berhasil mencetak  intelektual yang unggul.

Pandangan masyarakat luas  tentang  Gelar Profesor dipandang sebagai pencapaian tertinggi karir  seorang Akademisi, namun jabatan Guru Besar adalah awal dari tanggung jawab moral yang jauh lebih besar.tutur Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI.

Seorang Guru Besar memiliki 3 fungsi utama :

- Sebagai Mercu Suar Intelektual ketika masyarakat mengalami kebuntuan arah dan disorientasi moral

- Sebagai teladan Intelektual

- Ketendanan kerendahan hati (semakin berisi semakin merunduk) memberi keteladanan dalam melayani masyarakat, gereja, mahasiswa dengan tulus.

Pengukuhan Guru Besar  dan Orasi Ilmiah dihadiri Para Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Daerah Istimewa  Yogyakarta, Plt. Bimas Kristen Kanwil Kemenag DIY, para Pimpinan  Lembaga Kristen dan  Ormas Kristen se DIY.

 

(Herman)

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka