Diduga Adanya Pembiaran, Pemerintahan Desa Cipeundeuy Kecamatan Bojong Masih Mengibarkan Bendera yang Sudah Robek dan Kusam Dihalaman Kantor Desa

IMG-20250128-WA0109.jpg
Kantor Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat

PURWAKARTA,INFONEWS -

Bendera Merah Putih adalah simbol identitas dan jati diri bangsa Indonesia yang memiliki filosofi mendalam. Bendera yang berkibar hari ini adalah hasil perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan.

Sebagai lambang negara, Bendera Merah Putih wajib dikibarkan pada momen-momen tertentu, seperti Hari Kemerdekaan Indonesia, dan setiap hari di kantor-kantor pemerintahan, termasuk kantor desa. Pengibaran ini menunjukkan identitas dan kedaulatan negara.

Namun, pengibaran bendera negara harus mematuhi aturan, termasuk larangan mengibarkan bendera yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam.

Dalam hal ini jelas Melanggar Hukum Sesuai aturan Undang Undang No 24 tahun 2009 pasal 24 huruf ( c ) Mengacu ke Sanksi Pidana serta Denda Pasal 67 huruf ( b ) yang Mana telah di atur di Dalamnya* ‘

Setiap Orang Di Larang, Barang Siapa dengan Sengaja Mengibarkan Bendera Negara Merah Putih Dalam Keadaan Robek, Lusuh, Luntur, Kusut atau Kusam, akan di Ancam dengan Sanksi Pidana Penjara paling Lama Satu Tahun serta Denda Paling Banyak 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Sungguh ironis sekali ya di saat awak media melintas bersama rekan didepan kantor desa itu, pada hari selasa, 28.Januari 2025, sekitar pukul: 13:20.WIB, pemandangan yang tidak semestinya terlihat di halaman Kantor Balai Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bendera Merah Putih dalam kondisi robek dan kusam terlihat berkibar di halaman kantor desa, yang merupakan pusat pemerintahan desa tersebut, pada hari Selasa (28/01/2025).

Kondisi ini menuai berbagai tanggapan dari masyarakat. Salah satu warga yang melintas dan kami sangat prihatin kenapa di pemerintah desa masih ada.

 

(Eva.NR)

Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu

Komentar

  • Belum ada komentar !