Desel Pembangkit Listrik Usang Jadi Saksi Bisu Meredupnya Kejayaan Bumdes Cicinde Utara


IMG-20260215-WA0032.jpg
Desel Pembangkit Listrik Usang Jadi Saksi Bisu Meredupnya Kejayaan Bumdes Cicinde Utara

Cicinde Utara — Sebuah mesin desel pembangkit listrik yang kini tampak berkarat dan tak terawat berdiri sunyi di depan aula Desa Cicinde Utara. Terpapar hujan dan terik matahari selama bertahun-tahun, mesin yang dahulu menjadi penopang kegiatan usaha desa itu kini tak lebih dari rongsokan tak bernilai. Di sampingnya, sebuah mobil desa yang sama-sama usang turut memperkuat kesan suram akan aset yang pernah berjasa di masa lalu.

Mesin desel tersebut menjadi saksi bisu kejayaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Cicinde Utara yang dulu dikenal memiliki berbagai unit usaha produktif. Kini, kejayaan itu seakan sirna tanpa jejak, meninggalkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pengelolaan aset desa.

Sejumlah warga menilai kondisi ini mencerminkan menurunnya kinerja Bumdes yang dahulu cukup aktif. Aset yang semestinya dapat dimanfaatkan kembali atau dirawat justru dibiarkan terbengkalai.

Tokoh muda Cicinde Utara, Andriyanto, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia mengaku masih mengingat masa ketika Bumdes desa itu memiliki banyak unit usaha yang berjalan baik.

“Dulu sebelum kepemimpinan kepala desa yang sekarang, Bumdes Cicinde Utara memiliki unit usaha yang cukup banyak, seperti penyewaan tenda, alat prasmanan, penerangan, bahkan musik organ juga ada. Sungguh miris melihat kondisinya sekarang,” ujarnya.

Menurut Andriyanto, masyarakat tidak seharusnya bersikap apatis terhadap persoalan ini. Ia mendorong warga untuk berani menyampaikan kritik yang konstruktif demi perbaikan desa ke depan.

“Kita selaku warga jangan apatis melihat hal ini. Kritiklah jika memang itu untuk membangun, jangan diam saja. Ini akan berdampak pada anak cucu kita yang akan datang akibat ketidakpedulian kita,” tambahnya.

Warga berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan mengenai nasib aset Bumdes serta langkah konkret untuk menghidupkan kembali potensi ekonomi desa. Tanpa upaya perbaikan, berbagai fasilitas yang pernah menjadi kebanggaan desa dikhawatirkan akan terus membusuk, meninggalkan kenangan kejayaan yang hanya tinggal cerita.

Red by innews


0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka