Yogyakarta,Infonews871.com-
Keluarga besar pemulung yang tergabung dalam Asosiasi Pekerja Pemulung Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan produk Teh Idaman menggelar acara buka puasa bersama di Ballroom Cantya Hotel, Jalan Sisingamangaraja 21 A, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta, pada Jumat (28/3/2025) sore. Acara ini dihadiri oleh pengurus dan anggota asosiasi, serta manajemen Teh Idaman.
Founder Asosiasi Pekerja Pemulung DIY, Rifkhi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan buka puasa terakhir sebelum menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.
"Hari ini adalah berbuka puasa kita yang terakhir atau penutup Ramadan, dan bersiap menyambut hari kemenangan, Hari Raya Idulfitri," ujar Rifkhi.
Perwakilan Teh Idaman, Denise, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan berbuka puasa bersama ini. Menurutnya, Teh Idaman selalu mendukung kegiatan keagamaan sebagai bentuk kepedulian sosial.
"Tentunya kegiatan keagamaan seperti ini harus kita dukung sebagai wujud kesadaran umat beriman untuk bertakwa kepada Allah SWT. Ramadan adalah momentum untuk saling memaafkan, bertobat, dan menahan diri dari segala godaan. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu," ujar Denise.
Denise menambahkan bahwa Teh Idaman senantiasa mendukung kegiatan masyarakat yang memiliki dampak luas, termasuk kegiatan sosial seperti ini.
"Kami berharap kontribusi ini berkenan dan bermanfaat bagi para pemulung yang juga menjalankan ibadah puasa," tambahnya.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya perwakilan Bidang Humas Polda DIY, Kompol Etty; Kapolsek Mergangsan, AKP Fitri Heri Nugroho, yang mewakili Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma; Ketua KPU Yogyakarta, Noor Harsya; tokoh perempuan Yogyakarta, Sri Samiasih; serta Ketua Umum IBCA-MMA DIY, Hendra. Tausiyah dalam acara ini disampaikan oleh Ustaz Royan Utsany, L.C., M.Hi.
Acara buka puasa bersama ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama, terutama bagi para pemulung yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup mereka.
(Herman)
Komentar
Belum ada komentar !