Ada Apa Proses Penjaringan Perangkat Desa di Desa Sidarata Punggelan Hingga Menuai Pro dan Kontra

BANJARNEGARA INFONEWS TERKINI -

Penjaringan Perangkat desa, memang sangat di perlukan guna menyeleksi bagi para calon yang akan menjadi perangkat desa, sehingga nantinya bagi para peserta yang lolos, dan lulus, dalam mengikuti tes penjaringan Perangkat desa tersebut dapat melaksanakan tugas kerjanya sebagai perangkat desa dengan baik, dan dapat melaksanakan tugasnya, sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

Dalam hal ini pemerintah desa Sidarata kecamatan punggelan Kabupaten Banjar negara telah melaksanakan Program penjaringan Perangkat desa.

 

Program tersebut diikuti oleh 25 orang peserta.untuk Formasi Kadus dan Kaur Keuangan Serta Kasi pemerintahan 

 

Namun ironisnya dalam pelaksanaan program  penjaringan Perangkat desa di wilayah tersebut, menuai pro dan kontra  oleh sebagian beberapa peserta dan panitia  penjaringan Perangkat tersebut .

 

Sangkun Kepala desa Sidarata saat di konfirmasi terkait pelaksanaan Penjaringan perangkat desa kepada wartawan mengatakan.

   " terkait pelaksanaan Penjaringan tersebut pihaknya  tidak ikut campur dalam pelaksanaan seleksi perangkat desa. walaupun memang panitia saya yang tetapkan   "karena saya selaku kepala desa harus bersikap  netral dan independen dalam pelaksanaan ini, "dan memang soal panitia  memang saya yang melantik dan mengukuhkan, "dan itu panitia nya juga dari beberapa tokmas dan pemuda. 

 

"Namun saya tekan kan lagi,  

"bahwa saya dalam program penjaringan Perangkat ini betul betul netral dan tidak mencampuri urusan panitia.   "adapun apa bila ada beberapa peserta maupun panitia yang komplain,  "itu hak mereka.

  "Karena itu kan sudah dibentuk kepanitiaan. "saya tidak bisa mengatakan seperti apa pelaksanaan tersebut,   "karena saya bukan pihak panitia,  dan pada saat pelaksanaan pun saya tidak berada dilokasi.  " bahkan saya sendiri  diluar area lokasi " dan di acara itu kan ada panitia pengawas.  " jelas kades kepada wartawan.

 

Dilokasi yang sama Isngadulah selaku 

Sekertaris desa .Sidarata Saat di konfirmasi wartawan Senin (23/12/2024) menjelaskan     

    "Terkait dalam perihal penjaringan Perangkat desa di desa Sidarata ini posisi saya  memang sebagai panitia pelaksana,

"dan pada prinsipnya,ketika ada program penjaringan pasti saja ada yang kurang ouas. Bahakan juga membahas perihal bocornya beberapa soal.dan itu Monggo Monggo saja itu hak mereka.  

  "Dan kalau menang ada indikasi bocornya soal silahkan saja  buktikan siapa yang membocorkan bahan soal itu.

  "kalau misalkan ada yang tidak puas dengan hasil akhir ataupun bahan soal,  ya  wajar namanya juga seleksi, "karena kan pesertanya juga banyak 25 orang dan yang lulus kan juga cuma tiga orang peserta,"jelasnya.

Kalau memang ada beberapa peserta dan panitia mengeluhkan adanya yang  menggunakan laptop saya tegaskan bahwa,

"Setahu saya yang tidak boleh pakai laptop itu peserta  dan untuk panitia memang diperbolehkan menggunakan laptop.  "dan terkait soal yang diajukan dari beberapa panitia sebagai bahan atau materi soal dan soal tersebut tidak digunakan,  ya itu hak nya, dan perlu diketahui,  "kan gak mungkin semua muncul,  "kan ada seleksi soal atau di edit mana  saja yang bisa ditetapkan sebagai bahan soal,"ujarnya.

Dan sekali lagi saya tegaskan kalau memang ada indikasi kebocoran silahkan saja ajukan kalau memang ada bukti yang otentik,"dan kok kenapa pada waktu sebelum pelaksanaan nggak komplain .ya itu hak mereka komplain selama ada bukti bukti yang menguatkan," pungkasnya.

Dilokasi berbeda Warno Anggota panitia penjaringan Perangkat desa Sidarata saat di konfirmasi wartawan mengatakan Pihak panitia mengumpulkan usulan ususalan bahan soal selanjutnya di karantina dan alat komunikasi di kumpulkan dan di sita untuk sementara.

Terkait bahan soal semua panitia membuat bahan soal dan dikumpulkan dan herannya kok bahan soal yang saya ajukan gak muncul pada saat soal di ajukan ke peserta, bahakanjuga bukan bahan soal dari saya saja  ada beberapa bahan soal dari pihak temen temen juga gak muncul 

"Terkait pembuatan bahan soal tersebut secara manual dan masing masing panitia mengumpulkannya jadi satu dan diserahkan yang mengoperasikan laptop untuk di print, tapi setelah di print bahan soal yang saya ajukan gak muncul. "Ungkapnya.

Warno pun juga menambahkan bahwa "Saya berharap  agar semua panitia bertemu dan saya juga akan menanyakan kena apa usulan saya kok gak muncul.kan saya juga panitia punya hak mempertanyakan ini,  

 "dan juga saya ingin pertanyakan indikasinya apa kok tidak satupun bahan soal yang saya ajukan itu muncul pada soal yang diserahkan ke peserta pasa saat tes penjaringan perangkat. 

Dan saya Denga temen temen juga akan menanyakan ada indikasi apa kok sial saya dan beberapa bahan soal dari teman teman panitia lainnya juga  gak muncul. jelas ini gak fair.ada pas ini sebenarnya kok sama sama panitia haknya dibeda bedakan .

Selanjutnya Joko Martanto salah satu warga  saat di temui wartawan mengungkapkan bahwa, " saya sangat prihatin sekali dengan proses penjaringan perangkat ini,  "karena kekompakan panitia betul betul tidak ada saling koordinasi dan kurang bijaksana bahkan bentuk soal pun sangat dirasakan kurang berbobot.  

Dan saya selaku warga masyarakat berharap kedepannya apa bila satu tim kepanitiaan harus kompak dan menjalin komunikasi  yang baik sesama panitia sehingga semua tertib bahkan kemarin memang  pelaksanaan nya sempat agak kusut juga secara teknis memang  kurang jelas dan mohon diperbaiki kinerjanya  "dan.panitianya di kumpulkan untuk membahas semua uneg uneg   baik itu dari panitia maupun peserta.  Yang jelas penjaringan ini kurang  puas bagu kami. "pungkasnya.

 

Red :  Madya  Infonews871

Tags:
Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu

Komentar

  • Belum ada komentar !