- Oleh Infonews871
- 08, Jun 2026
BANJARNEGARA INFONEWS TERKINI
Beberapa warga masyarakat dari tiga desa yang meliputi Desa Wanadri, Desa Kebondalem, dan Desa Selogiri, kecamatan bawang berbondong bondong yang memasang portal dan juga spanduk yang bertuliskan penolakan pada akses jalan yang terletak di Dusun Silangit, Desa Wanadri, Kabupaten Banjarnegara.
Jalan tersebut termasuk dalam wilayah lingkup Perhutani yang selama ini menjadi jalur penghubung utama bagi segala kegiatan maupun aktivitas warga sekitar sehari-hari.
Pemasangan portal dan spanduk ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana penggunaan akses alan tersebut sebagai akses kendaraan pengangkut hasil pertambangan.
Warga sekitar menilai bahwa jika akses jalan tersebut dilalui truk-truk bermuatan berat,maka kondisi jalan yang sudah terbangun dengan baik akan cepat rusak sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kepentingan bersama.
Aminudin, warga Dusun Kewali, Desa Kebondalem, kepada wartawan pada Minggu (14/6/2026) menyampaikan Warga sekitar sangat khawatir atas dampak yang akan ditimbulkan. akibat jalan tersebut dilalui oleh truk-truk pengangkut hasil tambang
Menurut Aminudin “Jalan ini merupakan akses guna mobilitas perekonomi yang sangat penting bagi tiga desa.disini "Jika dilewati kendaraan angkut pasir tambang, dipastikan kondisinya akan cepat rusak. " Perlu diingat, "Jalan ini dibangun menggunakan dana dari pajak rakyat, " bukan milik pihak penambang. " Bahkan hingga saat ini belum ada kejelasan siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi kerusakan.
"Oleh karena itu, demi kepentingan umum, kami dengan tegas menolak akses jalan ini digunakan untuk aktivitas tambang,” tegasnya.
Masih di lokasi yang sama,
Hal senada juga disampaikan oleh Tunggal, salah satu perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang sekaligus tokoh masyarakat setempat. Kepada wartawan Ia mengungkapkan
“Kami dari tiga desa bersatu bersatu dan sepakat, "melarang jalan ini dijadikan akses kendaraan tambang.
"Tujuan kami hanya satu, " yaitu menjaga agar akses jalan ini tetap terpelihara dan dapat digunakan dengan aman serta nyaman untuk kebutuhan seluruh warga,” ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan portal dan spanduk penolakan masih terpasang di lokasi sebagai pernyataan sikap warga hingga ada kepastian yang jelas mengenai pengaturan akses jalan dan tanggung jawab pemeliharaannya. Dan belum ada keterangan resmi dari pihak pihak terkait khususnya pemkab Banjarnegara, dan pihak pihak lainnya
Menyikapi hal ini maka Kinerja Pihak terkait di Banjarnegara Dipertanyakan
dan diharapkan pihak pihak Pemkab Banjarnegara Maupun pihak terkait lainnya.Melakukan Penertiban Bagi Penambangan tanpa pandang bulu.
Red Madya & tim
Belum ada komentar.